Ilustrasi. Gedung OJK. (Ist)

OJK Diminta Beri Kemudahan Demi Atasi Kemiskinan

MAKASSAR (Independensi.com) – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H M Nurdin Abdullah menilai penyebab kemiskinan di Sulsel dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi dapat diatasi jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa memberikan kemudahan terhadap masyarakat. Baik untuk mendapatkan pinjaman maupun bunga yang lebih rendah.

“Salah satu harapan masyarakat adalah bagaimana perbankan bisa lebih lunak lagi, untuk memberikan persyaratan untuk mendapatkan pinjaman, yang kedua tentu bunga, dan yang ketiga supaya masyarakat (meminjam ke) yang perbankan ini lebih besar dibandingkan ke non-perbankan,” ungkap Prof Nurdin Abdullah di Sandeq Claro Makassar, Senin (3/1).

Menurutnya, itu yang menghambat pertumbuhan dan membuat kemiskinan menurun kecil sekali.

“Sehingga saya kira perbankan bisa hadir di seluruh pelosok-pelosok, sehingga masyarakat bisa dengan mudah bisa mendapatkan modal,” ungkapnya, di acara Pelantikan, Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 6 dan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020.

Olehnya itu, Gubernur Sulsel berharap dengan kehadiran Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua yang baru. Dalam hal ini Mohamad Nurdin Subandi bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukan mantan Kepala OJK Regional 6, Zulmi.

“Saya berharap pejabat baru bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pendahulunya pak Zulmi. Apa yang dilakukan oleh pejabat lama pak Zulmi ini harus kita lakukan karena,” lanjutnya.

Yang lebih penting lagi kata Nurdin, bagaimana kedepan sinergi dan kolaborasi antara seluruh elemen agar sama-sama menjaga ekonomi Sulsel.

“Saya kira Sulsel ini Insyaallah kita harus bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan kita. Saya yakin pasti ada dampak krisis ekonomi global ini terhadap pertumbuhan kita, tapi harapkan kita tidak turun jauh. Tetapi kita semua harus mensupport dunia usaha, kita pangkas seluruh yang menghabat investasi,” pungkasnya.

Namun, reformasi birokrasi dan pemangkasan penghambat investasi adalah salah satu kunci untuk untuk membangun ekonomi Sulsel.

“Birokrasi kita reformasi betul-betul. Dan bagaimana dunia usaha merasakan pelayanan pemerintah. Saya kira itu adalah kuncinya,” tutupnya.