Sofian Daulai – Perwakilan Bus PT ALS Pekanbaru: “Saya Menjaga Penumpang Agar Bebas dari Virus Corona”

PEKANBARU (Independensi.com) – Seorang pria yang duduk di dalam kantor bus PT. Antar Lintas Sumatera (ALS) Terminal Type A Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) Kota Pekanbaru, Sabtu, (28/3/2020) lalu, sempat membuat warga terminal heboh. Pria itu mengalami gejala sesak nafas, mata memerah dan demam panas.

Sofian Daulai-Kepala Perwakilan Bus PT.Antar Lintas Sumatera (ALS) Pekanbaru yang melihat lelaki tersebut duduk didalam kantor loketnya menanyakan, apakah pemuda tersebut sakit, yang dijawab sakit biasa mengalami dada sesak nafas.

Melihat ciri-ciri pria yang belakangan diketahui bernama Retno Lingga (35) itu, Sofian Daulai tidak mau kebobolan. Sebab, pihaknya melihat pria tersebut, gejalanya batuk sedikit-sedikit, demam, mata me-merah, sesak nafas.

“Saya berpikir, saya tidak akan menaikkan penumpang yang diantar pihak Departemen Sosial (Depsos) itu naik bus ALS. Saya menjaga penumpang ALS bebas dari virus corona,” kata Sofian Daulai kepada Independensi.Com melalui whatsaap, Senin, (6/3) siang.

Namun Sofian Daulai meminta perlu adanya klarifikasi terkait berita yang sempat firal di media online termasuk Independensi.com yang menurunkan tulisan bahwa pria tersebut penumpang bus ALS dari Surabaya tujuan Medan sebagaimana disampaikan salah seorang agen ALS bernama Haloho.

Sofian menegaskan bahwa pria yang belakangan diketahui bernama Retno Lingga itu, bukan penumpang bus ALS, namun duduk di loket ALS diantarkan pihak Departemen Sosial Pekanbaru, dan memang berencana naik ALS yang tujuannya saya sendiri belum mengetahui.

Lebih lanjut Sofian menjelaskan, mengetahui keadaan penumpang yang mengalami sakit ciri-cirinya mirip seperti kasus yang berkembang sekarang ini yaitu covid-19, pihaknya melaporkan keadaan penumpang tersebut kepada Dinas Perhubungan Pekanbaru, dan pihak dinas perhubungan langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

Tapi saya sangat kecewa terhadap Dinas Kesehatan di Kota Pekanbaru, laporan kami sekitar jam 10 pagi, Dinas Kesehatan baru sampai di terminal Banda Raya Payung Sekaki sekitar jam 12 siang.

Selain itu kata Sofian Daulai lagi, setelah pasien dijemput dari loket bus ALS, tidak ada pen-sterilan lokasi. “Saya menggunakan alat sendiri, saya menyemprot pribadi, tidak ada dari pemerintah Kota Pekanbaru untuk membantu men-sterilkan terminal. Kita berharap, mudah-mudahan pasien yang dibawa tim medis ke rumah sakit itu, cepat sehat, tidak terjangkit virus corona. Semoga terminal Type A Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru bersih dari virus corona,” kata Sofian.

Menurut sumber Independensi, pria itu bernama Retno Lingga (35), dibawa pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru ke Rumah Sakit Bina Kasih untuk dirawat. Namun menurut informasi dari sumber yang layak di percaya mengatakan, di RS Bina Kasih, Retno Lingga hanya dirawat mulai jam 3 sore – jam 8 malam.

Selama dirawat, Retno mengamuk sejadi-jadinya, bahkan sampai memecahkan kaca ruangan instalasi tempatnya dirawat. Melihat pasien yang terus mengamuk, Retno Lingga terpaksa di-alihkan perawatannya ke Rumah Sakit Jiwa – Tampan Pekanbaru. “Malam itu juga, Retno Lingga langsung diantar perawat didampingi Polisi ke RS Jiwa-Tampan,” kata sumber.

Berdasarkan informasi yang berhasil digali sumber menyebutkan bahwa, tahun lalu, Retno Lingga yang tinggal di salah satu kota di Sumatera Utara, di tinggal istrinya karena meninggal. Setelah itu, Retno pergi merantau ke Kalimantan dan sempat bekerja di perkebunan kelapa sawit selama 4 bulan.

Namun tidak betah bekerja disitu, Retno Lingga bersama kawannya pindah ke Semarang dan mereka berjualan Cilok. Akan tetapi, Retno Lingga ditipu kawannya, uangnya diambil dan dibawa kabur, sehingga pulang dari Semarang hanya bermodalkan bantuan pihak lain.

Bahkan setelah tiba di Pekanbaru, Retno juga sempat minta bantuan pihak Depsos agar bisa pulang ke Medan, ujar sumber mengahiri. (Maurit Simanungkalit)