Pemandu Wisata Danau Toba Dibekali Protokol Kesehatan New Normal

Loading

SAMOSIR (Independensi.com) – Pemerintah Kabupaten Samosir dalam hal ini Dinas Pariwisata memberikan arahan kepada Pengelola Objek Wisata di Desa Aek Sipitudai Kecamatan Sianjurmula-mula, Jumat 26 Juni 2020.

Dihadapan pengelola objek wisata, Kepala Seksi Perizinan Usaha Pariwisata Kabupaten Samosir Nani  Br. Simbolon mengatakan bahwa para pengelola objek wisata menyiapkan segala seuatu sesuai protokol kesehatan New Normal.

“Para pengelola objek wisata harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya sesuai protokol kesehatan new normal.” kata Nani br. Simbolon.

Nani selaku Kepala Seksi Perizinan Usaha Pariwisata menjelaskan bahwa didalam protokol itu juga mengatur soal standar pelayanan, jam kerja, hingga sertifikasi.

“Protokol Kesehatan itu  penting untuk diterapkan karena pandemi infeksi virus corona belum terkendali sepenuhnya. Protokol ini juga diterapkan demi mengaktifkan kembali sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung ekonomi” ungkap Nani  disaat memberikan arahan pada masyarakat di Desa Aek Sipitudai Kecamatan Sianjurmula-mula, Jumat (26/6/2020).

Menurut Nani, segala sesuatu yang terkait dengan protokol kesehatan ini, para pengelola objek wisatalah yang menyediakan sendiri. “Kita akan mencoba membuka objek wisata awal bulan Juli untuk wisatawan dari Kabupaten Samosir.  Kalau sukses maka kita akan membuka untuk wisatawan yang berasal dari luar Samosir.” ungkap Nani.

“Namun perlu kita ketahui bersama bahwa Pihak Dinas Pariwisata tidak menyediakan peralatan pendukung protokol kesehatan  tersebut. Pihak pengelola objek wisata sendirilah yang menyediakannya.” tambah Nani.

Pasogit Limbong yang merupakan salah satu pengelola objek wisata Aek Sipitudai berharap agar Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir dapat membantu para pengelola objek wisata.

“Kami berharap peran penting dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir dapat membantu kami untuk menyediakan perlengkapan – perlengkapan prosedur protokol new normal.  Alat pengukur panas itu kan mahal,” kata  Pasogit Limbong selaku pengelola objek wisata Aek Sipitudai.

Acara sosialisasi penerapan protokol kesehatan new normal tersebut dihadiri 15 orang para pegiat, pengelola wisata se Kecamatan Sianjurmula-mula. (Carter Silverius Sitanggang)

One comment

  1. Judul dengan isi konten tidak sesuai. Pemandu wisata atau pengelola wisata? jurnalisnya sehat kah?

Comments are closed.