Penduduk Pulai Jawa dan Bali Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid 19

JAKARTA (IndependensI.com) – Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan penduduk di pulau Jawa dan Bali untuk mendap akses virus Covid 19. Hal ini dilakukan melihat angka kasus baru dan juga tingkat kematian yang sangat tinggi di dua pulau tersebut.

“Kemudian nanti lebih luas lagi. Tapi saya kira yang pertama Jawa-Bali, karena sumber COVID-19 paling banyak di daerah ini,” ujar pria yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/9/2020).

Luhut melanjutkan, selain itu pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi untuk petugas medis, yakni dokter dan perawat. “Yang pertama petugas kesehatan. Itu akan didapatkan. Sehingga jangan sampai ada lagi dokter kita, atau perawat kita jadi korban COVID-19 ini. Jadi saya kira itu top priority kita adalah itu,” jelas Luhut.

Pemerintah sendiri menargetkan vaksin Corona dari China dan juga Uni Emirat Arab (UEA) masuk ke Indonesia pada awal Desember 2020 sebanyak 30 juta dosis.

“Sebenarnya critical time kita 3 bulan ke depan sampai mulai nanti vaksin ini jalan. Jadi vaksin mulai jalan kita harapkan Desember awal, sudah terus ke depan mulai. Jadi pemerintah sudah menyiapkan baik itu, KASAD, maupun Polri utk unsur-unsur kesehatan kita untuk melakukan injeksi di tempat-tempat yang diprioritaskan terutama di bagian kesehatan dan pembantunya,” tuturnya.

Lalu, di tahun 2021 pemerintah menargetkan lebih dari 270 juta dosis vaksin juga akan didistribusikan lagi ke Indonesia melalui kerja sama dengan berbagai negara.

“Kalau itu terlalu sampai hampir Januari sampai 100 juta yang sudah diinjeksi, saya kira mungkin akan mulai terkendali, itu target kita. Karena tahun depan kita akan dapat 270 juta lebih, mungkin akan lebih dari angka itu,” tandas dia.