Banjir kiriman dari Kabupaten Bogor pada Sabtu dan Minggu (25,25/10/2020) menggengi ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Bekasi. (ist)

Banjir Kiriman Dari Bogor, Sengsarakan Warga Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)- Banjir kiriman dari Kabupaten Bogor Jawa Barat sejak Sabtu (24/10/202) malam hingga Minggu (25/10/2020), masih manghantui sejumlah masyarakat, khususnya mereka  yang rumahnya berada di sepanjang Kali Bekasi.

Tidak hanya warga Kota Bekasi yang was-was akibat banjir kiriman itu. Tetapi, warga Kabupaten Bekasi pun, turut menjadi korban banjir. Kekhawatiran itu, semakin manjadi-jadi ketika Kota Bekasi, Minggu sore ini, diguyur hujan.

Debit air Kali Bekasi yang merupakan pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi dari Bogor, yang Minggu siang sudah mulai surut, kini mulai bertambah lagi. Hujan di Bogor yang sampai saat ini masih turun, membuat sejumlah warga Kota Bekasi, terpaksa mengungsi.

Sebagian titik banjir di Kota Bekasi masih belum berangsur surut sejak Minggu (25/10/2020) dini hari. Namun,  Kota Bekasi dilanda hujan dengan intensitas sedang pada petang hari ini, membuat warga panik adanya banjir susulan.

Tinggi Muka Air (TMA) pada Pos Pantau P2C berada di level angka 205 sentimeter, kata Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono, Minggu (25/10/2020). Disebutkan, jika  hujan yang terjadi di Kabupaten Bogor landai, kondisi Kota Bekasi bisa dikategorikan aman. Namun, sebaliknya, apabila Bogor kembali diterjang hujan dengan intensitas tinggi.

 

Dikatakan Karsono, sampai saat ini, jumlah warga dari enam kecamatan di Kota Bekasi  akibat kiriman banjir dari Bogor, makin banyak. Sampai  sore ini  ada 185 orang warga yang mengungsi, di Gudang BNPB PGP Jatiasih. Kemudian, sebanyak  106 jiwa yang mengungsi dan di RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur ada 79 KK.

“Dampak banjir kiriman dari Bogor, ribuan rumah di Kota Bekasi banjir. Saat ini, petugas dari BPBD Kota Bekasi dan Basarnas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik. Di tempat pengungsian, Pemkot Bekasi sudah membuka dapur umum,” katanya.

Di Kecamatan Bantargebang  yang terdampak baniir  berada di Kelurahan Bantargebang yaitu, RT 01 dan 02 dengan keseluruhan rumah yang terendam berjumlah 27. Akibatnya ada 109 jiwa yang terdampak dari banjir dengan ketinggian 1,5 meter.

Sementara di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, banijir terjadi di Kelurahan merendam enam perumahan warga. Diantara perumahan yang terendam banjir ketinggian 30 sentimeter hingga 150 sentimeter terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Perumahan Villa Jatirasa, Komplek Angkatan Laut, Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML,  dan Komplek Jatiasih Indah.

Kemudian di Kecamatan Bekasi Selatan berada di Kelurahan Jakasetia yaitu, si Perumahan  Depnaker dan Perumahan Jaka Kencana. Air menggenangi perumahan warga mulai dari ketinggian 50-100 sentimeter. Sementara di lokasi ini ada dua Fasilitas Sosial yang terdampak seperti Puskesmas dan Masjid.

Disamping itu, Kecamatan Rawalumbu, wilayah yang terdampak yaitu Kelurahan Bojong Menteng dimana jumlah yang terdampak sebanyak 200 Kartu Keluarga. Dan, Kelurahan Sepanjang Jaya sebanyak 30 KK.

Di Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Margahayu yang terdampak banjir berada di Jalan Mawar VI RW 03/08 dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 90, ketinggian air mencapai 170 sentimeter. Di Kelurahan Bekasi Jaya, RW 08 terdapat 166 KK yang terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Terakhir di wilayah Bekasi Utara, Kampung Lebak RW 02 yang ada di Kelurahan Teluk Pucung direndam air dengan ketinggian 2 meter, jumlah warga yang terdampak mencapai 190 KK dan ada 400 jiwa yang harus diungsikan. Kelurahan Marga Mulya terdampak di RW 07 dan RW 09 dengan jumlah total 30 KK.

Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir terkadi di sepanjang Kali Bekasi di Kecamatan Babelan merendan ribuan rumah penduduk.

Sebagaimana diketahui, banjir kiriman dari Kabupaten Bogor, sudah terjadi menahun. Setiap hujan besar di Bogor, menjadi ancaman bagi warga Kota Bekasi, khususnya yang rumahnya berada di sisi Kali Bekasi. Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot Bekasi berasama Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Namun upaya itu tidak dapat membebaskan banjir di sisi Kali Bekasi hingga saat ini. (jonder sihotang)

Banjir Kiriman Dari Bogor, Sengsarakan Warga Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)- Banjir kiriman dari Kabupaten Bogor Jawa Barat sejak Sabtu (24/10/202) malam hingga Minggu (25/10/2020), masih manghantui sejumlah masyarakat, khususnya mereka  yang rumahnya berada di sepanjang Kali Bekasi.

Tidak hanya warga Kota Bekasi yang was-was akibat banjir kiriman itu. Tetapi, warga Kabupaten Bekasi pun, turut menjadi korban banjir. Kekhawatiran itu, semakin manjadi-jadi ketika Kota Bekasi, Minggu sore ini, diguyur hujan.

Debit air Kali Bekasi yang merupakan pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi dari Bogor, yang Minggu siang sudah mulai surut, kini mulai bertambah lagi. Hujan di Bogor yang sampai saat ini masih turun, membuat sejumlah warga Kota Bekasi, terpaksa mengungsi.

Sebagian titik banjir di Kota Bekasi masih belum berangsur surut sejak Minggu (25/10/2020) dini hari. Namun,  Kota Bekasi dilanda hujan dengan intensitas sedang pada petang hari ini, membuat warga panik adanya banjir susulan.

Tinggi Muka Air (TMA) pada Pos Pantau P2C berada di level angka 205 sentimeter, kata Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono, Minggu (25/10/2020). Disebutkan, jika  hujan yang terjadi di Kabupaten Bogor landai, kondisi Kota Bekasi bisa dikategorikan aman. Namun, sebaliknya, apabila Bogor kembali diterjang hujan dengan intensitas tinggi.

Dikatakan Karsono, sampai saat ini, jumlah warga dari enam kecamatan di Kota Bekasi  akibat kiriman banjir dari Bogor, makin banyak. Sampai  sore ini  ada 185 orang warga yang mengungsi, di Gudang BNPB PGP Jatiasih. Kemudian, sebanyak  106 jiwa yang mengungsi dan di RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur ada 79 KK.

“Dampak banjir kiriman dari Bogor, ribuan rumah di Kota Bekasi banjir. Saat ini, petugas dari BPBD Kota Bekasi dan Basarnas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik. Di tempat pengungsian, Pemkot Bekasi sudah membuka dapur umum,” katanya.

Di Kecamatan Bantargebang  yang terdampak baniir  berada di Kelurahan Bantargebang yaitu, RT 01 dan 02 dengan keseluruhan rumah yang terendam berjumlah 27. Akibatnya ada 109 jiwa yang terdampak dari banjir dengan ketinggian 1,5 meter.

Sementara di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, banijir terjadi di Kelurahan merendam enam perumahan warga. Diantara perumahan yang terendam banjir ketinggian 30 sentimeter hingga 150 sentimeter terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Perumahan Villa Jatirasa, Komplek Angkatan Laut, Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML,  dan Komplek Jatiasih Indah.

Kemudian di Kecamatan Bekasi Selatan berada di Kelurahan Jakasetia yaitu, si Perumahan  Depnaker dan Perumahan Jaka Kencana. Air menggenangi perumahan warga mulai dari ketinggian 50-100 sentimeter. Sementara di lokasi ini ada dua Fasilitas Sosial yang terdampak seperti Puskesmas dan Masjid.

Disamping itu, Kecamatan Rawalumbu, wilayah yang terdampak yaitu Kelurahan Bojong Menteng dimana jumlah yang terdampak sebanyak 200 Kartu Keluarga. Dan, Kelurahan Sepanjang Jaya sebanyak 30 KK.

Di Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Margahayu yang terdampak banjir berada di Jalan Mawar VI RW 03/08 dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 90, ketinggian air mencapai 170 sentimeter. Di Kelurahan Bekasi Jaya, RW 08 terdapat 166 KK yang terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Terakhir di wilayah Bekasi Utara, Kampung Lebak RW 02 yang ada di Kelurahan Teluk Pucung direndam air dengan ketinggian 2 meter, jumlah warga yang terdampak mencapai 190 KK dan ada 400 jiwa yang harus diungsikan. Kelurahan Marga Mulya terdampak di RW 07 dan RW 09 dengan jumlah total 30 KK.

Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir terkadi di sepanjang Kali Bekasi di Kecamatan Babelan merendan ribuan rumah penduduk.

Sebagaimana diketahui, banjir kiriman dari Kabupaten Bogor, sudah terjadi menahun. Setiap hujan besar di Bogor, menjadi ancaman bagi warga Kota Bekasi, khususnya yang rumahnya berada di sisi Kali Bekasi. Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot Bekasi berasama Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Namun upaya itu tidak dapat membebaskan banjir di sisi Kali Bekasi hingga saat ini. (jonder sihotang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *