Komisi II DPRD Gresik saat beraudiensi dengan Perempuan Tani Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur.

Petani Perempuan Audiensi Ke DPRD Gresik Untuk Majukan Pertanian

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Perempuan Tani dari Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, menemui Komisi II  DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasi petani perempuan yang terjun mengarap lahan pertanian.
Kunjungan tersebut, langsung diterima oleh sejumlah angota Komisi II DPRD Gresik. Seperti, Markasim Halim Widianto, Musa, Hamzah Takim, Hj. lilik serta Hj. Siti Fatimah.
Menurut Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim, Lia Istifhama kedatangannya bersama rombongan ke gedung DPRD Gresik ini untuk berudiensi sebelum pihaknya beraudiensi dengan Dinas Pertanian setempat untuk menyampaikan keluhan serta masukan dari anggotanya.
“Selama ini yang banyak dibahas dalam mengelola pertanian adalah kaum laki laki, sementara para ibu ibu justru yang lebih telaten dan bisa mengangkat pertanian malah sering dipandang sebelah mata,” katanya.
“Disini kami berharap dukungan, bagi perempuan tani yang ingin mengembangkan usaha tani. Sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, kami perempuan tani Ingin mengembangkan potensi industri pertanian di Kabupaten Gresik. “Perempuan tani HKTI, di Kabupaten Gresik sudah tersebar di beberapa Kecamatan. Seperti, Dukun, Manyar, Sedayu, Bungah dan Ujung Pangkah,” ungkapnya.
Terkait persoalan itu, salah seorang anggota Komisi II DPRD Gresik Hj Lilik Hidayati akan menindaklajuti bersama koleganya di legislatif agar kaum ibu atau perempuan bisa lebih banyak berperan dan bersinergi dengan tehnologi pertanian demi meningkatakan ketahanan pangan nasional.
“Masukan dari ibu ibu ini, akan kita sampaikan kepada pimpinan dewan. Kemudian kami akan meminta kepada OPD terkait menindaklanjutinya agar peran penting mereka terakomodir. Karena, tujuannya jelas ingin menganggat produksi pertanian untuk endingnya untuk kesejahteraan bersama,” jelas politisi senior PPP ini.
“Harus kita aku bahwa peran para ibu-ibu tani ini, sungguh besar kalau kita turun langsung ke lapangan. Mereka selalu ikut bekerja keras bersama suami atau para petani laki-laki mulai saat menanam bibit padi, memupuk hingga saat tiba waktu memanenpun mereka juga terlibat secara langsung maka ini yang harus diapresiasi oleh semua pihak,” tuturnya.
Lilik menambahkan, bahwa Kabupaten wilayah Gresik merupakan daerah yang dialiri 3 sungai besar. Mulai Bengawan Solo, Kali Lamong dan Sungai Afur sehingga, sekitar 60 persen adalah kawasan pertanian.
“Meski perkembangan industrialisi di Gresik ini terus berkembang, tetapi lahan pertaniannya masih cukup luas. Untuk itu, Dinas Pertanian sebagai represntasi pemerintah daerah untuk menangani masalah pertanian. Harus bisa melibatkan para ibu-ibu tani dalam pengolahan lahan pertanian berbasis tehnologi yang sekarang banyak dilakukan,” tegasnya.
“Pemanfaatan tehnologi dalam sistem pengelolaan pertanian saat ini, harus dilakukan jika memang mampu meningkatkan hasil. Sehingga, petani kedepan tidak hanya menjadi penghasil padi atau tanaman pertanian saja. Namun, mereka juga bisa diarahkan untuk menjadi enterprenership daru hasil yang mereka lakukan,” tukasnya.
“Yang tak kalah pentingnya, bagaimana para petani perempuan ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengedukasi petani lainnya dalam hal mengatasi persoalan hama. Sebab, perempuan itu dikenal telaten dan ulat saat berperan dalam pengelolaan lahan pertanian,” tandasnya.
Senada juga disampaikan Musa salah seorang anggota Komisi II DPRD Gresik lainnya yang ikut dalam kegiatan itu. Bahwa, banyak persoalan krusial yang harus dilakukan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Gresik terutama pada persoalan penanganan hama pertanian.
“Selama ini banyak kita jumpai, banyak petani yang mungkin kurang pengetahuan tentang cara membasmi hama yang aman dan benar. Sehingga, hama tikus sawah yang menyebabkan tanaman padi rusak. Petani lalulalu mema kawat yang dialiri listrik dengan tujuan membasmi hama tikus. Akibatnya justeru yang terjadi sebaliknya, petani itu sendiri yang menjadi korban,” pungkasnya. (Mor)