Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat meninjau bakal lokasi pembangunan Polder air dampak banjir bandang.(humas)

Cegah Banjir: Wali Kota Bekasi Beri Waktu Tiga Hari Tentukan Lokasi Polder Air

BEKASI (Independensi.com)- Dampak banjir bandang pada Sabtu (20/2/2021) di Kota Bekasi, membuat pemerintah daerah setempat, melakukan  koordinasi  antar dinas instansi terkait.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi kemarin mengumpulkan para pejabat terkait. Diantaranya para  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kota Bekasi, di Media Center Stadion Patriot Candrabhaga.

Pertemuan membahas mengenai penyelesaian banjir di daerah perbatasan maupun di wilayah yang sedang mengalami setiap tahunnya terkena dinamika fenomena alam. Pendataan dan pantauan selama banjir akhir pekan lalu, terjadi 39 titik banjir di Kota Bekasi.

Rahmat menegaskan seharusnya banjir dapat  diantisipasi dengan beberapa cara dan tidak bertambah justru malah berkurang.

“Titik banjir ini bisa kita antisipasi dengan cara merencanakan kembali beberapa pembuatan Polder air dan penambahan pompa air. Pemerintah dapat menyelesaikan dengan cara merubah dan konsisten, tidak ada yang ditutupi dan tidak mencari penyelesaian yang sporadis tetapi selesaikan secara komprehensif,” ujarnya.

Ada beberapa indikator yang bisa diperbaiki. Sperti koordinasi antar instansi diperkuat ditambah dengan pemanfaatan lahan yang ada untuk Tandon air dan restorative justice diambil dalam hubungan bagaimana antar interaksi itu dikembalikan kepada fungsi semulanya.

Disebut,  dalam penyelesaian banjir perlu dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI dan Jawa Barat. Apa saja yang kira-kira dapat dikerjakan bersama dalam mengatasi banjir dan sistem kerjanya harus saling koordinasi secara holistik, Rahmat menegaskan.

“Kita susurin saluran yang ada dan kembalikan fungsinya  sebagaimana mestinya, ” katanya.

Seaang untuk pembangunan folder air tidak usah berlebihan, yang terpenting fungsinya bisa menampung air. Idealnya titik banjir harus berkurang apabila satu jalur bisa dibuat dua Polder.  Bahkan dapat dibuatkan anak Polder apabila terdapat lahan yang kurang besar sehingga air dapat lebih banyak ditampung.

Ia meminta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan memantau banjir dan berbuat. Namun ia mrngingatkan tetap menjaga protokol kesehatan yang berlaku.

Rahmat  memberikan waktu tiga  hari langsung ditentukan rancangan Polder yang sudah ditentukan pemiliknya.

Kepada k para camat agar mencari saluran dan apabila ada bangunan bongkar saja sehingga saluran yang ada tetap berjalan sesuai fungsinya.

Sebagaimana diketahui, selama ini Pemkot Bekasi sudah membangun Polder di beberapa wilayah. Misalnya di Kelurahan Pengasingan, Kecamatan Rawamangun. Di Perumahan Taman Galaxi Bekasi Selatan. Di Kelurahan Senjata Bekasi Timur. Namun saat hujan lebat, Polder tidak dapat menampung debit air, dan banjirnya tidak terhindarkan. (konser sihotang)

One comment

  1. Kembalikan fungsi SITU KARANGKITRI menjadi Polder sungai Rawa Lumbu. Akibat perubahan fungsi Situ Karangkitri menjadi area komersiel ( Blu Plaza, Hotel, RS.Siloam dll), maka bancana ekologis berupa banjir telah menimbulkan kerugian moril dan material yg tidak ternilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *