KH Maman Imanulhaq: Hebitren, Momen Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Loading

CIREBON (IndependensI.com) – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Cirebon yang digelar di Patra Hotel, Cirebon Jawa Barat, Senin (24/1).

Dengan Hebitren, Kiai Maman berharap pesantren mampu menjadi katalisator pengembangan ekonomi dan bisnis keumatan hingga pelosok daerah.

Hebitren, kata Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini, juga menjadi jawaban akan tantangan Presiden Joko Widodo pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung yang mendorong NU menjadi lokomotif pergerakan ekonomi umat.

Untuk memulai visi itu, imbuh Kiai Maman, sangat tepat bila pesantren diberikan ruang yang lebih besar dalam memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

“Hebitren mengeskalasi pesantren tidak hanya sebagai institusi pendidikan saja namun pesantren harus memberikan efek besar ke bidang ekonomi,” tegas Wakil Sekertaris Dewan Syura DPP PKB ini. Ok

Menurut Kiai Maman, paradigma pesantren kini pun harus diubah. Pesantren tidak hanya menjadi pusat dakwah, tempat belajar dan mengajar, atau akulturasi sosial budaya saja, namun pesantren adalah salah satu kekuatan sosial ekonomi yang besar, sehingga ponpes perlu diberikan perhatian lebih agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pengembangan ekonomi dan bisnis.

Dengan jumlah yang begitu banyak serta tersebar di pelosok Indonesia, pesantren, menurut Kiai Maman, memiliki semua yang dibutuhkan dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sementara dari segi kualitas, kiai dan santri pondok pesantren memiliki keunggulan dalam bidang pemahaman teori dan konsep-konsep ekonomi Islam yang mumpuni.

“Hebitren adalah kebangkitan ekonomi pesantren. Pesantren juga perlu adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga pesantren tidak hanya menjadi pagar moral dan agama saja, namun menjadi pilar kebangkitan ekonomi,” pungkas Kiai Maman.

Untuk diketahui, Hebitren yang digagas oleh Bank Indonesia ini memiliki concern besar terhadap pemberdayaan ekonomi syariah. Hal ini dilakukan dengan mendorong pengembangan dan penguatan usaha syariah di berbagai lini seperti usaha mikro, kecil, menengah, dan besar termasuk pesantren.

Acara yang diselenggarakan secara hybrid itu dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Prov. Jabar, Herawanto, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Bambang Himawan; Rektor IAIN Cirebon, Rektor IAI Bunga Bangsa; dan KPwBI Cirebon Bakti Artanta; KPwBI Tasikmalaya, Darjana yang hadir secara virtual.

Hadir untuk melantik dan memberi arahan, Ketua Umum DPP Hebitren DR. KH M. Hasib Wahab Hasbullah yang didampingi K.H. Reza Fahlipi Bakhtiar, Ph.D Sekjen DPP
A. Setia Irawan Ketua Korwil Jabar dan Asep Zaenal Aripin yang dilantik sebagai Ketua Korda Ciayumajakuning.