Eddy Lahengko Istimewa

Lagi di Grup C: Membunuh atau Dibunuh, Argentina Lanjut atau Dipulangkan Polandia

Loading

JAKARTA – Nasib mantan juara dunia Argentina ditentukan pada pertandingan menghadapi Polandia, Kamis subuh (1/12), Piala Dunia Qatar 2022. Apakah terhenti di fase penyisihan grup C atau berlanjut ke babak selanjutnya.

Tak kalah menariknya juga dari grup C ini adalah pertarungan Arab Saudi vs Meksiko yang dipentaskan dalam waktu yang sama Kamis subuh ini, tapi di stadion berbeda.

Grup A dan B sudah menyelesaikan babak akhir penyisihan yang dipentaskan Selasa malam (29/11)  dan Rabu subuh 30/11).  Belanda juara grup A dengan nilai 7,  setelah mengalahkan Qatar 2-0 dan Senegal  diurutan dua mengemas nilai 6 , menaklukkan Ekuador 2-1.

Sedang di grup B, Inggeris juara grup meraup nilai 7 , menghempaskan Wales 2-0 dan Amerika Serikat di posisi kedua,nilai 4 menaklukan Iran 1-0.

Dengan demikian untuk babak 16 besar, Belanda menantang Amerika (3/12) dan Inggeris menghadapi Senegal (5/12) subuh.

Partai Neraka

Partai di grup C, ini merupakan partai “neraka” mengingat masing tim yang berlaga masih terbuka peluang menggemgam dua tiket ke 16 besar, hanya peluang itu ada besar dan ada pula yang tipis.

Pertandingan ke empat tim yang berlaga adalah pertandingan hidup mati. Dan bermain habis habisan. Salah satu tim menderita kalah saja, berarti harus angkat koper dari Qatar.

Polandia yang sementara memimpin grup mengantongi nilai 4, menghadapi Argentina, hanya butuh minimal main seri sudah melangkah ke babak selanjutnya.

Sebaliknya, Argentina memiliki nilai 3, harus bekerja keras untuk memenangkan pertandingan, jika hanya bermain imbang, maka nasibnya tergantung dari hasil partai Arab Saudi vs Meksiko. Syukur jika hasil juga imbang, maka Argentina memiliki kans besar.

Arab Saudi yang mengejutkan dunia menaklukan Argentina 2-1, sudah mempunyai modal nilai 3 sedang Meksiko baru punya nilai 1. Makanya partai akhir di grup C ini tak salah jika disebut partai neraka.

Jadi di grup C ini setiap tim yang bertarung harus memenangkan pertandingan, jika bertekad menggapai tiket ke fase berikutnya. Ini partai ” membunuh atau dibunuh”.

Sementara itu di grup D, partai terakhir grup, mencari tim  yang bakal meraih satu tiket mendampingi Perancis yang sudah lolos lebih awal.

Perancis ditantang Tunisia, Rabu malam (30/11) dan di waktu yang sama Australia menghadapi Denmark.

Australia yang sudah memiliki nilai 3 di atas kertas sedikit di atas angin. Sedang Denmark  yang baru meraih nilai 1 harus bekerja keras memenangkan laga ini. Supaya mendampingi Juara bertahan Perancis ke fase gugur.

Uji Ketajaman

Pertandingan Polandia vs Argentina merupakan uji ketajaman antara Mega Bintang  Argentina, Lionel Messi yang didukung  Angel Di Maria, Lautaro Martinez di depan dengan Bintang Polandia, Robert Lewandowski yang ditandem dengan penyerang Juventus, Arkadiusz Milik.

Penyerang yang lincah dan tajam dengan skill yang mumpuni masing masing  akan menguji sektor pertahanan yang digalang, Nicolas Otamendi, Lisandro Martinez dijantung pertahanan dan kedua wing bek Montiel dan Acuna. Dan gawang Argentina dikawal, Emiliano Martinez

Sementara sektor pertahanan Polandia dikawal masing masing Kiper andalan asal Juventus, Szczesny, dan tiga bek tengah,untuk mengadang  lajunya tekanan Messi, Di Maria dan Martinez bakal dikawal Kimil Glik, Jakub Kiwior, dan Bartosz

Kemudian dua bek sayap yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya ditempati Matty Cash, Frankowski.

Sedang lini tengah untuk menjaga keseimbangan tim baik dalam menyerang maupun bertahan dikoordinasi, Piotr Zielinski asal Napoli dibantu Krychowiak dan Krysstian Bielik.

Messi tidak akan mendapat pengawalan khusus tapi jika sudah memasuki daerah pertahanan Polandia, baru pemain lincah itu tidak bakal diberi ruang gerak oleh pemain-pemain Polandia yang mengawal secara berlapis.

Karena dipastikan Messi dengan skill individu yang dipunyai akan masuk menggiring bola ke jantung pertahanan Polandia. Apalagi disupport oleh gelandang, Paul, Rodriquesz dan Alister.

Ketika melawan Meksiko , Messi membuktikan kepiawaiannya, dengan aksi individu berhasil lolos dari kawalan, kemudian Sang Maestro melesatkan bola ke pojok kiri gawang Meksiko.

Jadi partai ini menguji ketajaman Messi dan Lewandowski. Keduanya akan membuktikan pada partai yang dipentaskan Kamis, Subuh nanti waktu Indonesia.

Namun semuanya tak lepas dari peran penting kedua pelatih, Lionel Scaloni dari Argentina dan Czeslaw Michniewcz, Polandia dalam meramu strategi dalam partai yang amat menentukan nasib melangkah ke jenjang berikutnya di fase 16 besar.

Kemudian diterapkan di lapangan dengan penuh disiplin oleh pemain melalui kerjasama yang apik, komunikasi antar pemain yang baik, meminimalkan melakukan kesalahan setiap pemain dan  harus penuh konsentrasi. (eddy lahengko, wartawan senior dan pengamat sepakbola tinggal di Jakarta)