Eddy Lahengko

Argentina Bangkit

Loading

Jakarta –  Argentina bak mesin diesel,  diawal pertandingan penyisihan grup, mengejutkan dunia sepakbola dikalahkan Saudi Arabia  1-2.

Hasil itu sempat meragukan penggemar sepakbola khususnya tim yang ditukangi Lionel Scaloni  itu untuk mencapai prestasi terbaik di Piala Dunia Qatar 2022.

Rupanya tim yang dijagokan menjadi salah satu kandidat juara  pesta sepakbola kasta tertinggi di dunia yang dipentaskan 4 tahun sekali menganut film Mandarin, bahwa biasanya jagoan itu kalah duluan.

Itu dibuktikan Lionel Messi ,dkk. Kekalahan dari Arab Saudi menjadi cambuk dan motivasi untuk bangkit bukan malah terpuruk meratapi kekalahan. Dan hasilnya dua sisa pertandingan, Messi dkk memetik kemenangan.

Tim yang jadi korban keganasan tim yang pernah meraih gelar juara dunia tahun 1978 dan tahun 1986 itu adalah Meksiko dan Polandia masing masing dengan skor 2-0.

Dengan kemenangan itu menghantar Argentina yang sudah 17 kali ikut Piala Dunia  sejak pertama kali di tahun 1930, menjuarai grup C, dan menggenggam satu tiket ke fase gugur atau babak 16 besar.

Satu tiket lagi diraih Polandia,meskipun kalah dari  Argentina, Polandia masih unggul selisih gol dengan Meksiko mengantongi poin sama 4.

Padahal Meksiko mengalahkan Saudi Arabia 1- 2 di grup yang sama, tapi tidak mampu  menghantar tim melaju ke babak selanjutnya.

Ada tujuh tim lainnya yang sudah memastikan lolos ke babak 16 besar yakni, grup A, Belanda (juara), Senegal ( runner up), grup B, Inggris dan  Amerika Serikat (kedua), grup C, Argentina dan Polandia. Grup D, Perancis dan Australia diposisi kedua.

Dengan komposisi ini, maka sesuai jadwal yang dirilis FiFA, babak 16 besar yang mulai dipentaskan 3 Desember , Belanda vs Amerika Serikat, Argentina vs Australia (4/12), Perancis vs Polandia,(4/12) , Inggris vs Senegal (5/12) .

Grup E,F,G,H masih menyelesaikan partai terakhir penyisihan grup. Tapi Brasil di grup G mengantongi satu tiket. Demikian juga Portugal dari grup H, sudah lolos ke fase gugur. ( Eddy Lahengko, wartawan senior, pengamat sepak bola, tinggal di Jakarta)