Gus Falah : Pertamina Kelola Blok Migas Malaysia, Upaya Wujudkan Ketahanan Energi!

Loading

Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan kesuksesan PT Pertamina (Persero) memenangkan lelang blok eksplorasi SK510 di Malaysia, merupakan upaya mewujudkan ketahanan energi.

Gus Falah mengungkapkan, keberhasilan Pertamina melalui PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi (PMEP) memenangkan lelang tersebut melalui Malaysia Bid Round (MBR) 2023, merupakan upaya mendukung pemerintah mengurangi impor minyak.

“Tujuan ekspansi Pertamina ke luar negeri ini khan memang membantu pemerintah untuk mengurangi impor dengan membawa hasil produksi di luar negeri untuk diproses di dalam negeri, jadi upaya imi harus dikawal,” ungkap Gus Falah, Rabu (24/1/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, keputusan Pertamina memperluas wilayah kerja melalui blok eksplorasi baru di luar negeri sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya energi fosil milik Indonesia.

Menurut Gus Falah, meskipun Indonesia sedang mendorong proses transisi energi menuju energi baru terbarukan, namun bukan berarti energi fosil bisa langsung ditinggalkan.

Gus Falah mengingatkan, transisi energi harus dilakukan secara bertahap. Dan dalam proses yang bertahap itu, minyak bumi tetap dibutuhkan bangsa ini.

“Maka, ketika Pertamina berhasil mengoperasikan blok di Malaysia itu, selaras visi Bung Karno agar bangsa ini memiliki ketahanan energi, dan supaya bangsa kita berdikari secara ekonomi,” ungkap Gus Falah.

Seperti diketahui, PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi bersama mitra berhasil memenangkan lelang blok eksplorasi SK510 melalui Malaysia Bid Round (MBR) 2023.

Pemegang Participating Interest (PI) hak partisipasi dalam Blok SK510 terdiri dari PETRONAS Carigali Sdn Bhd yang berlaku sebagai operator dengan PI sebesar 40%, PMEP dan INPEX Malaysia E&P SK510 Sdn Bhd masing-masing memiliki PI sebesar 25%, dan Petroleum Sarawak Exploration & Production Sdn Bhd memiliki 10% PI yang tersisa.

Blok SK510 seluas 1.864 km2 yang berlokasi di lepas pantai Sarawak, Malaysia adalah area kerja dalam portofolio pengelolaan aset hulu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina.