Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Aplikasi Pendekar Bhagasasi: Inovasi Baru Perumda Tirta Bhagasasi Segera Digunakan Massal

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Guna memudahkan pelanggan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi, segera menggunakan aplikasi baru,  yakni Pendekar Bhagasasi.

Inovasi yang digagas Bagian Informasi Teknologi (IT) ini, dapat  digunakan secara massal, baik oleh pelanggan aktif maupun pelanggan non aktif. Bahkan masyarakat yang ingin menjadi konsumen air bersih di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Target kita, paling lama pertengahan tahun 2025 aplikasi Pendekar sudah bisa digunakan secara massal,” ungkap Kepala Bagian IT Perumda Tirta Bhagasasi Irwan Indrawan, kemarin.

Dijelaskan, cara kerja sistem ini, dapat mengetahui nomor pelanggan, periode pemakaian air, golongan pelanggan, jumlah tagihan rekening serta loket pembayaran rekening terdekat.

Dengan demikian, konsumen  dapat melakukan transaksi pembayaran melalui bank-bank yang ditunjuk secara non tunai, melalui aplikasi tersebut.

Bahkan, data pemakaian air bersih pelanggan selama setahun disajikan secara lengkap. Dan melalui aplikasi ini, dapat memudahkan Bagian Hubungan Langganan  Perumda Tirta Bhagasasi untuk meniadakan jadwal piket jaga di hari Sabtu.

Ke depan, hanya memaksimalkan jadwal piket jaga di Bagian Distribusi, sebagai tulang punggung Perumda Tirta Bhagasasi, tambahnya.

Dengan demikian, penerapan pelayanan selama 24 jam nonstop dapat  dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi ini.

Aplikasi ini sangat mendukung rencana perluasan jaringan pipa air bersih hingga ke kawasan industri Kabupaten Bekasi.

“Rekening air tak lagi berbentuk fisik kertas, tapi berupa bentuk digital yang digunakan melalui handphone. Ini akan diterapkan di tahun 2025 ini, mulai dari pasang baru, penyambungan kembali, tak ada lagi menggunakan rekening fisik berupa kertas. Semuanya dalam bentuk digital,” jelasnya.

Diharapkan, penggunaan aplikasi ini dapat menghemat keuangan perusahaan hingga mencapai Rp 200 juta per bulan.

Anggaran untuk pembelian kertas bisa ditiadakan, jadwal lembur pegawai bisa dihilangkan. Ini membuktikan, Bagian Informasi Teknologi juga bisa mendorong bagian/divisi lain untuk melakukan efisiensi keuangan perusahaan, apabila menerapkan aplikasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, saat ini jumlah pelanggan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi ini, sekitar 350.000 tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. (jonder sihotang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *