Penandatangan perjanjian kerjasama pengelola sampah menjadi energi listrik di Kantor Menko Bidang Pangan Jakarta

Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Kota Bekasi, Segera Dibangun

Loading

 

BEKASI (Independensi.com)- Keberadaan sampah yang selama ini menjadi masalah yang sulit diatasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, segera akan terkelola secara baik. Gunung sampah yang ada saat ini di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Desa Sumurbaru, Kecamatan Bantargebang, akan dikelola menjadi energi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, telah melakukan penandatanganan bersama Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa, (21/4/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan.

Penandatanganan kerjasama itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah menteri, kepala daerah, serta mitra badan usaha pengembang dan pengelola (BUPP) PSEL dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menko Zulkifli mengatakan, bahwa pelaksanaan pembangunan proyek PSEL akan mulai direalisasikan paling lambat dalam waktu 7 minggu setelah penandatanganan PKS dilakukan. Hal ini menjadi langkah konkret percepatan implementasi program strategis nasional di bidang pengelolaan sampah dan energi.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi Kota Bekasi dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Penandatanganan PKS ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan sistem pengolahan sampah yang lebih baik, ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” ujar Tri.

Ditegaskan kesiapan pihaknya mendukung percepatan pembangunan proyek tersebut agar dapat berjalan sesuai target. Dengan target pembangunan yang dimulai dalam waktu dekat, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan optimal dan tepat waktu, ucapnya.

Melalui program PSEL diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah perkotaan sekaligus mendukung kebutuhan energi. Pemerintah Kota Bekasi optimistis, melalui kerja sama ini, akan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, volume sampah yang masuk ke TPA Sumur Batu, Bekasi, rata-rata mencapai 800 hingga 1.200 ton per hari. TPA ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi dan dibagi menjadi beberapa zona land fill.  (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *