![]()
BEKASI (Independensi.com)- Pemerihtan konsen dan komitmen untuk membangun rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Terkait hal itu, pemerihtan pusat melalui Kementeri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terus mengebut pembangunan hunian vertikal bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Rumah susun subsidi itu berlokasi di kawasan Meikarta, Kecamatan Cikarang Selatan. Pembangunan rusun ada di tiga lokasi.
Masing-masing lahan sekitar 10 hektare. Setiap tower dirancang sekitar 30 lantai dengan beberapa tipe unit, mulai dari satu kamar berukuran sekitar 25 meter persegi, dua kamar sekitar 35 meter persegi, hingga tiga kamar dengan luas sekitar 45 meter persegi.
Ditargetkan, penyerahan kunci kepada calon penghuni sekitar Agustus–September 2026. Target selesai keseluruhan pada Agustus 2028.
Terkait hal itu, baru-baru baru ini, guna mengetahui progres pembangunan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lokasi. Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turut mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pembangunan rusun bersubsidi itu, merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sinergi penyediaan hunian layak dan terjangkau. Pembangunan dikhususkan di wilayah perkotaan serta kawasan industri.
Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah berkomitmen membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program subsidi.
Adapun progres pembangunan saat ini, sudah tahap pondasi. Dan sudah ada 1.836 tiang pondasi terbangun dari total rencana 8.600 tiang, kata Maruarar.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan dukungan penuh atas pembangunan, termasuk kelancaran aspek perizinan di daerah.
“Untuk proses perizinan saat ini terus berjalan dan kami di pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat serta mengawal seluruh tahapan agar pembangunan ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap pembangunan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pekerja di kawasan industri yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau. (jonder sihotang)

