![]()
BEKASI (Independensi.co.)- Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, ditugaskan menjadi pengelola, penyedia serta penyelenggara pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Selaku operator di lapangan, tugas ini , memiliki peran strategis. Hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah melayani masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945
Sejalan dengan hal itu, pada revisi rencana bisnis tahun 2023- 2027 sebagai pedoman strategis perusahaan, dalam menghadapi tantangan pelayanan ke depan, pada periode tahun 2026-2027, manajemen Perusahaan Daerah ini, dalam tata kelola perusahaan, fokus utamanya pada peningkatan cakupan pelayanan air bersih hingga ke pelosok daerah se Kabupaten Bekasi.
Termasuk, fokus pada pertambahan sambungan langganan (SL), peningkatan volume air terjual, penurunan tingkat kehilangan air, serta penguatan tata kelola dan kualitas layanan. Dengan demikian, diharapkan, jumlah masyarakat yang dilayani air bersih melalui jaringan air perpipaan, semakin bertambah, dan merata di semua wilayah pedesaan .
Ditargetkan, selama tahun 2026, jumlah pelanggan atau sambungan langganan (SL) sebanyak 284.000 lebih. Setidaknya ada 16.000 tambahan pelanggan baru, tiap tahun. Dan di akhir tahun 2027, jumlah pelanggan mendekati 300. 000 SL.
Jumlah ini, setelah dikurangi sekitar 80.000 SL yang dialihkan ke Perumda Tirta Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi, dampak pemisahaan aset sesuai amanat Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017, tentang Badan Usama Milik Daerah (BUMD).
Untuk penambahan sambungan langganan baru, diutamakan pada wilayah padat penduduk tinggi, kawasan permukiman baru yang terus berkembang di wilayah Bekasi, serta wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi eksisting.
Layani 1,5 Juta Jiwa
Untuk target cakupan pelayanan tahun 2026, dari 3,4 juta jiwa lebih penduduk Kabupaten Bekasi, dan diprediksi bertambah menjadi 3,5 juta jiwa lebih tahun 2027, akan terlayani bersih perpipaan sekitar 1,2 sampai 1,5 juta jiwa penduduk.
Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi. Karena itu, ia mengajak semua jajaran yang ada di Perusahaan Daerah ini, untuk bekerja maksimal dan menjaga soliditas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pelanggan.
Pihaknya juga melakukan upaya semaksimalnya terkait penurunan kehilangan air. Khusus untuk menekan angka kehilangan air yang diakibatkan berbagai faktor, jajaran Direksi membentuk tim khusus bertugas melakukan penertiban terhadap sambungan pipa air yang tidak terdaftar.
Tujuannya, untuk melindungi hak-hak pelanggan dan memastikan layanan distribusi air bersih berjalan dengan optimal.
Untuk tahap awal, melalui Surat Tugas Nomor 09 tertanggal 13 Januari 2026 dan ditandatangani Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, tim ditugaskan ke wilayah pelayanan Cabang Cibarusah.
Penertiban ini, akan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan untuk wilayah pelayanan di berbagai cabang lainnya. Sebab, angka kehilangan air hingga saat ini, masih tergolong tinggi. Kehilangan air, terjadi antara lain akibat teknis perpipaan yang sudah lama sehingga terjadi kebocoran. Kemudian, akurasi water meter yang harus dievaluasi, serta adanya sambungan tidak terdaftar di lapangan. (jonder sihotang)

