![]()
BEKASI (Independensi.com)- Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, dampak kemarau yang berakibat kekeringan dan kesulitan air bersih, terus meluas. Jika awal pekan ini tercatat di 9 kecamatan dan 23 desa, kini menyebar di 112 titik menjadi 15 kecamatan meliputi 52 desa.
Sedikitnya 3 juta liter air bersih susah dibagikan kepada masyarakat yang terdampak kemarau. Diperkirakan, jumlah desa akan terus bertambah mengingat kemarau hingga September 2026.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperluas penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah stakeholder, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Siaga Darurat
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Klaster Logistik dalam rangka Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026 dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, Kamis (30/7/2026).

Endin mengapresiasi langkah cepat BPBD Kabupaten Bekasi beserta seluruh pemangku kepentingan yang telah bergerak menangani dampak kekeringan, terutama melalui distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah provinsi, hingga dunia usaha sudah berjalan dengan baik. Upaya-upaya tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengiriman air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.
Dalam kondisi Siaga Darurat Bencana Kekeringan, klaster logistik punya peran strategis mulai dari perencanaan kebutuhan, penyimpanan hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak, kata Endin.
Penanganan bencana kekeringan tidak dapat dilaksanakan pemerintah daerah sendiri, tetapi diperlukan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial dan sebagainya, tambahnya.
“Patikan, penyaluran bantuan dilaksanakan dengan cepat, tepat sasaran, transparan dan akuntabel agar masyarakat memperoleh pelayanan terbaik,” ucap Sekda.
Pengaruh Elnino
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak 9 Juni 2026 dan terus berlangsung secara bergiliran sesuai jadwal.
Meski dampak kekeringan terus meluas, status kebencanaan di Kabupaten Bekasi saat ini masih berada pada level siaga darurat.
Menurut Dodi, peningkatan status menjadi tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta prediksi BMKG yang memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung hingga September, bahkan berpotensi berlanjut akibat pengaruh El Nino.
Ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih melalui pemerintah desa agar dapat segera ditindaklanjuti BPBD.
“Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan dan merata,” ujarnya.
Perumda Tirta Bhagasasi
Persoalan kesulitan air bersih masyarakat Kabupaten Bekasi dapat teratasi dengan kolaborasi Perumda Tirta Bhagasasi, BPBD Kabupaten Bekasi serta PMI Kabupaten Bekasi. Ketiga instansi ini mengerahkan armada truk tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Dampak Kekeringan Kabupaten Bekasi, Terus Meluas:
Satus Kebencanaan Level Siaga Darurat, menyebar dh 52 desa, Perumda Tirta Bhagasasi .
“Kita kolaborasi dengan PMI dan BPBD Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Perumda Tirta Bhagasasi Amin Buanajasa, kemarin saat mendistribusikan air bersih di Kecamatan Bojongmangu
Dia menjelaskan, kendali penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan, ada pada BPBD Kabupaten Bekasi. BPBD menyalurkan air bersih kepada masyarakat berdasarkan permintaan warga melalui perangkat desa setempat.
Saat ini, terdata ada sekitar 20 armada truk tangki. Masing-masing truk tangki kapasitas 5.000 liter untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan air bersih selama musim kemarau. Rata-rata, penyaluran air bersih dilaksanakan sebanyak 15 rit per hari.
Ketersedian air bersih yang disalurkan kepada masyarakat, tidak mempengaruhi layanan Perumda Tirta Bhagasasi kepada pelanggan karena stok air bersih cukup banyak.
Pengambilan air bersih disediakan di “booster pump” Pasir Kupang, Karang Kitri, dan Perumahan KSB.
Saat ini, armada Perumda Tirta Bhagasasi telah mendistribusikan air bersih sekitar 1 juta liter. Selain itu, armada truk tangki BPBD Kabupaten Bekasi dan PMI Kabupaten Bekasi juga menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (jonder sihotang)

