Made Mangku Pastika Dikado Buku PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL Saat Ultah Ke – 75

Loading

Denpasar (Independensi.com) – Mantan Gubernur Bali Komjen Pol. (Purn) Dr. Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. memberikan apresiasi atas kado pemberian sebuah buku berjudul PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL : Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia, yang ditulis Drs. Putu Suasta, MA. dan Prof. Dr. Drs. I Gusti Agung saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 di Denpasar, Senin (22/6).

Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode (2008–2018) sekaligus mantan anggota DPD RI Dapil Bali mengajak rekan dan keluarga untuk berkumpul dalam memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.

Pada perayaan istimewa tersebut hadir Pengurus PP Polri Bali, sahabat pensiunan Bali Mandara, Guru dan Murid SMA Taruna Mandara, Tokoh Masyarakat yakni Putu Suasta, Ketut Donder, Wayan Sayoga, I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa, Nyoman Wiratmaja hingga Ketut Ngastawa.

Budayawan Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornnel University memberikan buku kepada Mangku Pastika sebagai kado spesial memasuki umur 75 tahun.

Buku berjudul PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL : Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia, yang ditulis Prof. Dr. Drs. I Gusti Agung Ngurah Agung, SH., MH. dan Drs. I Putu Suasta, MA. 

Menurut Suasta, perjalanan panjang analisis mengenai Pancasila di persimpangan ideologi transnasional telah membawa kita pada sebuah pemahaman yang komprehensif mengenai kompleksitas tantangan yang dihadapi demokrasi konstitusional Indonesia.

Dari berbagai temuan yang telah disintesis, jelas bahwa Pancasila, sebagai grundnorm dan philosophische grondslag negara, tidak hanya menghadapi ancaman dari luar, tetapi juga memerlukan revitalisasi internal agar tetap relevan dan kokoh di tengah arus globalisasi ideologi.

Sekilas tentang Buku berjudul PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL : Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia.

Pancasila tidak bisa hanya dipahami sebagai warisan sejarah, melainkan harus terus direvitalisasi dan diadaptasi agar relevan dengan tantangan kontemporer. Revitalisasi ini bukan berarti mengubah esensi Pancasila, melainkan memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Dimensi Revitalisasi Deskripsi Contoh Implementasi Kognitif Peningkatan pemahaman intelektual tentang nilai-nilai Pancasila dan relevansinya. Kurikulum pendidikan yanginovatif, riset akademik, diskusi publik. Afektif Penumbuhan rasa cinta, bangga, dan kepemilikan terhadap Pancasila.

Kampanye kebangsaan, seni dan budaya yang menginspirasi, role models. Konatif Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata dan kebijakan publik. Kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial, penegakan hukum yang imparsial, partisipasi masyarakat. Institusional Penguatan lembagalembaga negara dalam mengimplementasikan dan melindungi Pancasila. Reformasi birokrasi, penguatan lembaga peradilan, peran aktif TNI/Polri.

Adaptasi Pancasila juga berarti kemampuannya untuk merespons isu-isu global seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan pandemi. Nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan dapat menjadi landasan untuk merumuskan kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif di era digital.

Misalnya, dalam menghadapi hoax dan disinformasi yang disebarkan oleh ideologi transnasional, prinsip musyawarah mufakat dan kearifan lokal dapat menjadi penangkal yang efektif.
.

Buku “PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL: Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia” adalah karya ilmiah yang diterbitkan oleh Udayana Press Universitas Udayana (Bali), ditulis oleh dua penulis dari Bali yaitu Drs. I Putu Suasta MA. dan PROF. DR. Drs. I Gusti Agung Ngurah Agung SH.,MH.

DRS. I Putu Suasta (lahir Denpasar, 4 Januari 1960) adalah politikus, pemerhati sosial-politik Bali, dan aktivis SIPIL yang pernah menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat. Ia berlatar pendidikan Hubungan Internasional (UGM), kemudian studi di Cornell University & New York University, dan pernah mengajar di Cornell University dan Pro. DR. drs. I GUSTI AGUNG NGURAH AGUNG, SH., MH. — Profesor hukum dari Universitas Udayana dengan Penerbit Udayana Press, Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Tema Utama, Pancasila sebagai filter ideologi asing (liberal, radikal, transnasional) dan dampak ideologi transnasional terhadap demokrasi konstitusional Indonesia.

Buku ini membahas tentang Tantangan Pancasila di era globalisasi: Arus informasi digital memungkinkan ideologi transnasional (liberalisme, radikalisme, Islam transnasional) menyusup melalui media digital, pendidikan, dan interaksi sosial. Pancasila sebagai filter ideologi asing: Pancasila diharapkan membentengi bangsa dari pengaruh negatif ideologi asing, namun implementasinya menghadapi tantangan seperti Kecepatan penyebaran informasi digital, Kurangnya literasi ideologi masyarakat dan Fragmentasi pemahaman Pancasila. Bahkan Dampak terhadap demokrasi konstitusional: Ideologi transnasional dapat mempengaruhi perilaku kehidupan bermasyarakat dan mengganggu transisi demokrasi Indonesia. Serta bagaimana Strategi memperkuat Pancasila: Pendidikan Pancasila transformatif, peningkatan literasi digital & ideologi, pengawasan ruang siber efektif, serta revitalisasi peran keluarga dan komunitas.

Buku ini relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, di mana posisi Pancasila tergerus oleh ideologi transnasional. (hd)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *