![]()
JAKARTA (IndependensI.com) – Tim PANGLIMAJA Salam UI melaksanakan rangkaian intervensi Mutu Maja sebagai salah satu dari lima pojok literasi dalam program Panggung Literasi Masyarakat Berkelanjutan (PANGLIMAJA) di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Pojok Mutu Maja berfokus pada penguatan kapasitas para pengurus Desa Tegalmaja dalam mengelola standar kualitas produk kerajinan; mulai dari teknik reparasi, pengelolaan inventaris, hingga literasi keuangan dan logistik. Rangkaian kegiatan berlangsung dalam dua belas pertemuan yang digelar sepanjang 11–15 Juli 2026.
Rangkaian Pojok Mutu Maja dibuka pada 11 Juli 2026 di salah satu rumah warga dan diikuti oleh para pengurus Desa Tegalmaja. Pertemuan perdana ini diawali dengan pengerjaan pre-test sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman dan kemampuan awal peserta terkait standar kualitas produk kerajinan, sebelum rangkaian program Mutu Maja dimulai secara penuh.
Kegiatan intervensi berlanjut ke Pertemuan ke-2 dengan penyampaian materi teknik reparasi produk kerajinan. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami cara memperbaiki produk anyaman yang mengalami kerusakan atau ketidaksempurnaan, sebuah keterampilan penting untuk menjaga kualitas dan nilai jual produk agar tetap terjaga dengan baik. Rangkaian dilanjutkan dengan Pertemuan ke-3 yang menghadirkan materi inventory management atau pengelolaan inventaris; membekali peserta dengan cara mencatat, mengelola, dan memantau stok barang maupun bahan baku secara lebih tertata agar proses produksi dan penjualan ke depannya dapat berjalan lebih rapi dan efisien. Hari pertama ditutup dengan Pertemuan ke-4 berupa materi eco-tagging dan story, yang mengajarkan peserta cara memberi label pada produk sekaligus menceritakan kembali proses dan nilai di balik produk tersebut agar lebih menarik saat dipasarkan kepada calon pembeli.

Dua hari berselang, pada 13 Juli 2026, Pojok Mutu Maja melanjutkan intervensinya. Pertemuan ke-5 menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga standar mutu agar produk yang dihasilkan tetap layak dan dipercaya oleh konsumen. Materi ini kemudian diperkuat pada Pertemuan ke-6 melalui penyampaian standar Quality Checking (QC), yang mengajarkan langkah-langkah pemeriksaan kualitas secara sistematis agar setiap produk yang lolos cek benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Rangkaian hari itu ditutup dengan Pertemuan ke-7 berupa kegiatan audit kualitas dengan melatih peserta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk yang telah dihasilkan.

Memasuki 14 Juli 2026, fokus pelatihan bergeser ke ranah pengelolaan usaha. Pertemuan ke-8 membekali peserta dengan pemahaman dasar pencatatan keuangan usaha, mulai dari perhitungan modal, biaya produksi, hingga keuntungan, agar usaha dapat dikelola secara lebih rapi dan berkelanjutan. Rangkaian hari itu dilanjutkan dengan Pertemuan ke-9 yang menyampaikan materi pemberian harga dan label pada produk kepada para peserta yang hadir.
Pada 15 Juli 2026, Pojok Mutu Maja memasuki tahap akhir rangkaian intervensinya. Dalam Pertemuan ke-10, para peserta melakukan praktik instalasi galeri untuk memamerkan hasil produk-produk yang telah dibuat. Kemudian, Pertemuan ke-11 menghadirkan materi logistics literacy kepada para peserta. Terakhir, rangkaian dua belas pertemuan Pojok Mutu Maja resmi ditutup melalui Pertemuan ke-12 berupa pengerjaan post-test, sebagai evaluasi akhir atas seluruh materi yang telah disampaikan sepanjang pelatihan.

Rangkaian intervensi Pojok Mutu Maja bermuara pada Expo Maja yang digelar PANGLIMAJA di Balai Desa Tegalmaja pada 16 Juli 2026. Dalam ekspo tersebut, Pojok Mutu Maja memamerkan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi sebagai standar kualitas kerajinan desa, hasil dari dua belas pertemuan yang telah dijalani sejak 11 Juli. Kehadiran dokumen SOP tersebut menjadi bukti bahwa penguatan tata kelola dan standar mutu bukan sekadar wacana, melainkan telah terbangun secara nyata di tangan para pengurus Desa Tegalmaja.


