Pengambilan sampel air di Mata Air Bukit Apit, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pengambilan sampel air di Mata Air Bukit Apit, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Cegah Risiko Penyakit, Tim ILUNI FMIPA UI Turun Periksa Sumber Air Warga di Kabupaten Agam

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan krusial yang kerap muncul pascabencana. Menjawab kebutuhan tersebut, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang diwakilkan oleh dosen Departemen Biologi, Dr. Retno Lestari, M.Si. turut ambil bagian dalam upaya pemulihan dengan melakukan pengecekan kualitas air bersih sekaligus pembangunan sumur galian di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyaluran bantuan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) berkolaborasi bersama Gerakan Solidaritas 100 Musisi Heal Sumatera. Program tersebut mendapat dukungan dari Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, BP BUMN, RANS, Visi, TSpace Media, WAG Artis Swara, dengan sponsor utama dari TRING Pegadaian, serta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.

Kunjungan Tim ILUNI UI dari FMIPA ke Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dalam penyampaian hasil pengecekan air bersih pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kunjungan Tim ILUNI UI dari FMIPA ke Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dalam penyampaian hasil pengecekan air bersih pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, M. Kes. mengungkapkan terima kasih kepada ILUNI UI atas kegiatan pengecekan air yang dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Agam. Menurutnya, kondisi air bersih sangat penting untuk menjamin kesehatan masyarakat terutama pascabencana November 2025 lalu.

“Kami Dinkes Agam menyambut baik kedatangan tim FMIPA dari ILUNI UI yang hadir untuk membantu melakukan pengecekan air bersih. Harapannya dengan adanya program ini, kita bisa mendapat data untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Agam,” kata dr. Hendri.

Pengecekan kualitas air bersih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir dan longsor yang meliputi Kecamatan Maninjau pada keempat titik (Nagari Maninjau, Labuah, Sungai Batang, dan Bancah) dengan setiap titik diambil tiga sampel sumber air, Kecamatan Matur sebanyak empat sampel (Nagari Parit Panjang, Panta Pauh, Matur Hilir, dan sumber air Puskesmas Matur), dan Kecamatan Palembayan (Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur) sebanyak empat sampel yang dilakukan selama 5 hari pada 7–11 Februari 2026. Dari total 20 sampel air yang dicek, hasil menunjukkan temuan 13 sampel terindikasi tercemar bakteri E. coli dan seluruh sampel mengandung bakteri total koliform.

Hasil pengecekan kualitas air mengindikasikan bahwa sebagian besar sumber air masyarakat belum layak konsumsi secara langsung dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak segera ditangani. Proses pemasakan air sebelum konsumsi dihimbau tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyakit.

Selain pengecekan kualitas air, Tim ILUNI UI dari FMIPA juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui brosur edukasi tentang air bersih. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya air bersih, ciri air layak digunakan, risiko penyakit akibat air tercemar, serta cara pengelolaan air agar aman dikonsumsi. Brosur tersebut disalurkan kepada masyarakat melalui Puskesmas setempat sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya air bersih.

Tidak berhenti pada pengecekan dan edukasi, Tim ILUNI UI dari FMIPA menyalurkan bantuan nyata berupa dua sumur galian di lokasi yang masih mengalami kesulitan akses air bersih. Salah satu wilayah prioritas adalah di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan yang hingga kini masih sangat bergantung pada sumber air yang terbatas. Pembangunan sumur tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah bagi warga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari yang aman dan layak.

Melalui kolaborasi antara alumni, sponsor, dan Pemerintah Daerah, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Brosur edukasi air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.
Brosur edukasi air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.

Langkah yang dilakukan ILUNI UI diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam memetakan kondisi air bersih sekaligus mendorong upaya perbaikan yang berkelanjutan.

Melalui keterlibatan dalam program “100 Musisi Heal Sumatera”, tim ILUNI UI dari FMIPA menunjukkan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat terdampak. mulai dari pengecekan kualitas air, edukasi, hingga pembangunan sumur menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam. Diharapkan, langkah kecil ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih bersama.

About The Author