![]()
JAKARTA (IndependensI.com) – Bagaimana jika belajar tidak lagi terasa belajar?
Pertanyaan itu menjadi gambaran dari kegiatan Pengabdian Masyarakat mahasiswa Universitas Indonesia melalui Pojok Tunas Maja yang berlangsung pada pekan kedua 7-11 Juli 2026 di Balai Desa Tegal Maja. Mengusung konsep belajar sambil bermain, kegiatan ini dirancang untuk membuat anak-anak sekolah dasar lebih dekat dengan dunia pendidikan melalui aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dimulai dari Pohon Mimpi, English Fun, Math Quest, dan Eco-hero starter.
Sebanyak 80 siswa sekolah dasar menyambut kegiatan di hari pertama dengan antusias. Diikuti hangatnya dukungan dari pihak desa dan orang tua siswa. Kegiatan ini melibatkan delegasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang untuk mengisi materi Literasi Kreatif. Siswa sekolah dasar diharapkan dapat mengikuti dan memahami pembelajaran guna meningkatkan kepekaan terhadap dunia pendidikan.
Sherina, salah satu volunteer Pojok Tunas Maja, “Alhamdulillah, kegiatan tunas maja berlangsung dengan baik dan seru. Semoga anak-anak dapat lebih giat belajarnya. Saya terharu membaca kesan pesan dari anak-anak Tegal Maja”, ujarnya.
Pohon Mimpi
Pada tanggal 7 Juli 2026, siswa diajak untuk bertanya pada diri sendiri, apa yang sebenarnya ingin dicapai?. Diharapkan dapat mengeksplor mimpi mereka tanpa takut dihakimi. Setiap mimpi ditulis di gambar buah apel lalu ditempel di atas pohonnya. Ada yang ingin menjadi tentara, guru, montir, dan lain-lain. Keberagaman ini menunjukkan . para siswa dengan semangat menggantungkan impian mereka di pohon mimpi.
Pohon ini bukan sekadar hiasan, mencerminkan sebuah asa yang perlu dirawat, disirami usaha, dan dijaga. Ketika siswa berani untuk menuliskan mimpinya, saat itu juga ia melangkah lebih awal dalam perjalanan menuju masa depan.
Literasi Kreatif
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mengisi kegiatan ini dengan mengajak siswa untuk menyusun suatu paragraf dan story telling. Awalnya siswa tampak kesulitan untuk mengerjakannya tetapi ternyata dengan bantuan tim volunteer disertai semangat para siswa. Pada akhirnya mampu untuk menyusun suatu paragraf acak dan bercerita di depan.

English Fun
Berbeda dari kelas bahasa Inggris biasanya, kali ini siswa belajar sambil bernyanyi. Materi yang dibawakan adalah Greetings. Bernyanyi dengan ceria sambil menyanyikan lagu sapaan, Hello, Good Morning, How Are You, Thank you.
Suasana balai menjadi asik. Siswa yang tadinya takut pelajaran bahasa Inggris di sekolah, disini dengan semangat berdiri, bertepuk tangan, dan bernyanyi dengan semangat. Tak lupa, disaat ditanya oleh kakak kakak, siswa berhasil menghapalkan kalimat sapaan melalui nyanyian.

Eco Hero Starter
Salah satu tujuan utama Pojok Tunas Maja adalah menanamkan karakter cinta terhadap lingkungan sekitar. Pada sesi ini, mahasiswa menyediakan pertunjukan wayang sederhana dengan mengangkut tema lingkungan. Para siswa tampak menikmati sepanjang alur dongeng.
Di akhir kegiatan, siswa dapat mengetahui pesan moral tentang pentingnya membuang sampah sembarangan. Tak hanya itu, siswa diajak untuk melakukan operasi semut. Siswa bersama-sama membersihkaningkungan sekitar balai desa.
My Village My Pride
Dipandu oleh mahasiswa, siswa diminta untuk menulis cerita singkat tentang desanya. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap desa sendiri. Selain itu, siswa dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan peka terhadap isu yang ada di lingkungan sekitar. Mereka diminta menjawab tiga pertanyaan utama :
- Apa kelebihan desamu?
- Apa kekurangan desamu?
- Apa solusi yang dapat kamu berikan untuk mengatasi masalah tersebut?

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Panglimaja tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, bermain, dan melatih kepedulian terhadap lingkungan. Dari sebuah mimpi yang diawali dari pohon apel, diharapkan tumbuh langkah kecil menuju masa depan.

