Karhutla mulai mendekati permukiman di di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. (Istimewa)

Karhutla Tembilahan Dekati Permukiman, Api Hanya Berjarak Puluhan Meter dari Rumah Warga

Loading

PEKANBARU (Independensi.com) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, sempat memicu kepanikan warga. Kobaran api yang melanda kawasan gambut dilaporkan telah mendekati kawasan permukiman padat penduduk.

Kebakaran terjadi di kawasan Parit 17 hingga Parit 19. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api bahkan sempat berada sekitar 30 hingga 50 meter dari rumah-rumah warga. Diperkirakan sekitar 10 hektare lahan gambut terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan berpacu dengan waktu untuk mencegah api merembet ke kawasan permukiman.

Personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, kondisi tanah gambut yang kering membuat proses pemadaman semakin sulit karena bara api dapat tersimpan jauh di bawah permukaan tanah.

Untuk mencegah api menjalar ke rumah warga, tim gabungan melakukan penyekatan dan membuat sekat darurat di sejumlah titik. Setelah dilakukan penanganan intensif, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto SH, SIK mengatakan karakteristik tanah gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla di wilayahnya.

“Kalau lahan gambut terbakar, bara api bisa tersimpan di bawah tanah dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran,” ujar Donny melalui telepon selulernya, Kamis (3/9/2026). Menurutnya, api yang terlihat telah padam di permukaan belum tentu sepenuhnya aman. Petugas masih harus melakukan pendinginan dan penyiraman secara berulang untuk memastikan bara api di dalam lapisan gambut benar-benar mati.

Kondisi cuaca panas dan lahan yang mengering juga menjadi perhatian serius. Aparat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran kembali meluas. Selain di Tembilahan, penanganan karhutla juga dilakukan di wilayah Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Meski api di sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan, personel gabungan masih bertahan untuk melakukan pendinginan dan penyisiran area. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Proses pendinginan menjadi tahapan penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut. Petugas harus memastikan bara api benar-benar padam hingga ke lapisan bawah tanah sebelum meninggalkan lokasi. (Maurit Simanungkalit)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *