Nelayan Bekasi saat mengikuti pelatihan penggunaan GPS dari petugas Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi

Nelayan Bekasi Dilatih Penggunaan GPS Saat Melaut

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Guna memberikan perlindungan terhadap nelayan, Pemkab Bekasi melakukan pelatihan. Pelatihan dilakukan mengingat sebagian besar warga pesisir utara Bekasi, bekerja sebagai nelayan.

Mereka, setiap hari mencari ikan di laut lepas yang banyak tantangan. Nasib mereka tergantung kondisi laut yang tidak dapat diprediksi situasi cuaca dan air laut.

Pelatihan diberikan aparat Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, bagaimana melalukan pelatihan penggunaan Global Positioning System (GPS).

Dengan bantuan alat deteksi GPS, para nelayan akan terbantu menentukan daerah penangkapan ikan. Mereka dapat membaca kondisi cuaca. Ini semua bertujuan untuk meningkatkan keselamatan saat melaut.

Pelatihan terpusat di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, diikuti 50 peserta nelayan kecil (tradisional) sekitarnya, kemarin.

Terkait pelatihan itu, Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasim Suryadi, menjelaskan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan memanfaatkan teknologi, dan menentukan posisi saat melaut.

Pemahaman terhadap informasi cuaca sangat penting. Diantaranya mengetahui kondisi perairan, tinggi gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, dan potensi hujan.

Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi mencatat , jumlah nelayan di Kabupaten Bekasi 4.073 orang. Mereka penduduk Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan dan Cabangbungin.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perikanan menghadirkan nara sumber dari Stasiun Meteorologi Kelas I Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Priok, Andi Cahyadi, serta koordinator penyuluh yang memiliki pengalaman dalam pelatihan GPS dan navigasi bagi nelayan.

Tasim menyebut, pemahaman terhadap informasi cuaca menjadi penting karena aktivitas penangkapan ikan sangat dipengaruhi kondisi perairan, termasuk tinggi gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, dan potensi hujan.

Informasi Laut
Melalui materi yang diberikan, nelayan diharapkan mampu membaca informasi cuaca dari aplikasi BMKG sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan berangkat melaut. Informasi tersebut juga membantu nelayan mengantisipasi perubahan cuaca, terutama saat memasuki periode musim hujan dan angin barat.

Selain meningkatkan keselamatan, penggunaan GPS dan pemanfaatan informasi cuaca, diharapkan membantu nelayan merencanakan kegiatan penangkapan ikan secara lebih efektif. Selama ini, sebagian nelayan masih mengandalkan pengalaman, insting, dan kebiasaan dalam menentukan lokasi penangkapan.

Dijelaskan, teknologi dapat menjadi pendukung pengalaman tersebut, terutama untuk membantu menentukan lokasi penangkapan ikan, menghemat waktu pencarian, serta mengefisienkan penggunaan bahan bakar.

Pemanfaatan teknologi juga tidak harus membutuhkan biaya besar. Nelayan dapat menggunakan telepon seluler yang telah dimiliki untuk mengakses aplikasi BMKG, dan memanfaatkan fitur GPS, sehingga informasi yang diperlukan bisa diperoleh tanpa harus membeli perangkat baru.

“Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, kami berharap nelayan memiliki perencanaan operasional penangkapan ikan yang lebih baik. Harapannya, waktu penangkapan lebih efisien, penggunaan bahan bakar lebih hemat, dan hasil tangkapan bisa sesuai target, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.

Ditambahkan, pelatihan serupa berpeluang dilaksanakan kembali di wilayah pesisir lainnya apabila hasil evaluasi menunjukkan manfaat bagi nelayan. Kecamatan Muaragembong menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan karena memiliki populasi nelayan terbesar di Kabupaten Bekasi.

Melalui pelatihan ini, nelayan kecil diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih terencana, mengurangi risiko saat melaut, dan meningkatkan efisiensi operasional. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *