Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Komando Distrik Militer (Kodim) 0411 Lampung Tengah melakukan kegiatan pendampingan penanaman padi perdana Musim Tanam (MT) Pertama. (Media Center Kodim 0411/LT)

Berikan Layanan Petani, Kementan Gandeng Kodim

Loading

LAMPUNG TIMUR (Independensi.com) – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggandeng Kodim 0411/Lampung Tengah untuk mewujudkan Program Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu di Provinsi Lampung.

Bentuk dukungan Program SP3T itu oleh Kodim 0411/Lampung Tengah kepada Kementan RI dengan menyediakan tanah seluas 7.628 meter persegi milik Koramil 0411/21/Way Jepara di Kabupaten Lampung Timur.

Komandan Kodim 0411/Lampung Tengah Letkol Infantri Jajang Kurniawan, di Way Jepara, Lampung Timur, Senin (25/9/2017), menjelaskan adanya Program SP3T itu akan membantu petani mulai dari pembibitan, panen hingga penggilingan sampai terwujud swasembada beras yang diharapkan pemerintah.

“Diharapkan adanya SP3T ini membantu pemerintah mendorong program swasembada pangan, kalau semula Bulog menyerap produksi padi masih sulit, dengan adanya SP3T ini ikut membantu, menyerap, dan mengolahnya,” kata Letkol Jajang.

Jajang mengatakan sarana dan prasarana pembangunan dari Program SP3T itu akan segera dimulai tahun 2017 ini dan pengelolaannya melibatkan unsur TNI dan sejumlah kelompok tani bersama petani sekitar.

Kepala Sub Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan RI Hardian menyebutkan terdapat 10 provinsi di Indonesia sebagai pilot projek Program SP3T tersebut dan di Lampung ada di Kabupaten Lampung Timur.

Sejumlah bantuan peralatan pertanian nantinya akan diberikan oleh Kementan RI dalam mendukung Program SP3T tersebut.

“Kementan nanti akan bantu semuanya dari proses hulu hingga hilir dan basisnya melalui gapoktan-gapoktan,” ujar dia lagi.

Dalam kunjungannya ke Lampung Timur itu, katanya pula, Kementan ingin mengetahui langsung tempat yang akan dibangun sarana dan prasarana Program SP3T itu.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI akan membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan pada 2017.

“Ini solusi untuk petani karena kami sendiri hampir frustrasi. Petani sering ditipu tengkulak, hasil panen dibeli dengan harga rendah,” kata dia.

Tema swasembada pertanian ini juga yang mengisi ruang-ruang pamer dan materi pembekalan pada Rapat Pimpinan TNI 2017. Mesin-mesin pertanian, bibit-bibit, dan sistem produksi serta mekanisasi pertanian hadir di satu tenda raksasa pada Rapat Pimpinan TNI 2017 itu.

Indonesia pernah mendapat penghargaan swasembada pangan dari FAO pada 1988 tanpa melibatkan TNI secara langsung dan masif seperti saat ini. Saat itu, Presiden Soeharto menerima penghargaan itu di Kantor Pusat FAO, di Roma, Italia. (Ant)