Carl Jono B Corpus, juara individual putra (BGO) menerima tropi dari Ir Ciputra di turnamen Ciputra World Junior Golf Championship 2017. (Toto Prawoto)

Ciputra World Junior Golf Championship 2017

JAKARTA (IndependensI.com) – Event ini adalah event junior golf tertua di Indonesia yang digagas oleh Ir Ciputra. Tahun depan event tersebut akan berusia seperempat abad. Pertama kali dihelat turnamen ini berskala nasional. Di antara pegolf junior yang saat itu berkompetisi dalam event tersebut saat ini ada beberapa orang yang telah terjun ke pro.

Sukses dihelat khusus untuk pegolf junior nasional, belum genap sepuluh tahun event tersebut merentangkan sayap menjadi sebuah event yang berskala regional ASEAN. Asosiasi golf amatir di kawasan Asia Tenggara khususnya dari negara-negara yang menjadi anggota ASEAN, selain menyambut positif juga sangat aktif mengirimkan pegolf junior terbaik dalam event tersebut.

Saat ini banyak pegolf junior yang berasal dari negara-negara ASEAN – termasuk Indonesia sebagai ruan rumah – tidak sedikit yang meneruskan karirnya menjadi pro. Terlalu panjang kalau nama mereka disebut satu persatu. Yang jelas,kiprah mereka di ajang persaingan pro Asian Tour sangat disegani.

Ketika masih banyak pegolf junior di kawasan ASEAN yang belum dapat merealisasikan obsesi mereka untuk menjuarai Ciputra ASEAN Golf Championship, rentangan sayap dari event itu sendiri makin jauh melebar. Tak hanya sebatas menjadi sebuah event berskala regional di kawasan Asia Pasifik, tapi melebar menjadi sebuah event dunia!

Berkat komitmen yang sangat luar biasa nilainya, event yang semula “murni” didukung oleh Pak Ci – sebutan nama yang sangat akrab bagi sang pelopor tersebut – di kemudian hari mulai mendapat dukungan dari Pemerintah DKI Jakarta. Keterlibatan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung event tersebut oleh para pengamat golf di Indonesia dinilai sangat pas. Karena, dengan ikut berperanserta dalam event tersebut Pemda DKI Jakarta dapat mempromosikan Ibukota Jakarta sebagai destinasi pariwisata.Hasilnya sangat positif. Tentu saja event yang setiap kali digelar selalu mencantumkan nama Ir Ciputra, berubah menjadi Enjoy Jakarta… karena mendapat dukungan dari Pemerintah DKI Jakarta.

Dukungan Pemda DKI Jakarta berdampak sangat positif dalam event yang digagas oleh Ir Ciputra tersebut. Bahkan event tersebut masuk dalam calender of event mereka berkaitan dengan hari jadi kota Jakarta. Sementara bagi para orang tua pegolf dan pengurus asosiasi golf di negara-negara yang pegolf junior mereka berkompetisi dalam event yang sangat prestisius tersebut, “menasukkan” event yang digagas oleh Ir Ciputra tersebut sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang bagi pegolf binaan mereka.

Oleh karena itu menjadi sangat wajar apabila event tersebut selalu menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh pegolf junior di beberapa kawasan di dunia ini. Pasalnya, selain penyelenggaraannya terencana dengan baik dan matang, eventnya itu sendiri tidak pernah berubah jadwal/bulannya.

Tahun ini event tersebut diikuti 15 negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Negara lainnya adalah India, Taiwan, Australia, RRC, Selandia Baru, Filipina, Inggris, Swedia, Jepang, Bangladesh, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Afrika Selatan.

Turnamen CWJGC ke-24 2017 berlangsung pada 5-9 Juni 2017. Tanggal 5 Juni adalah hari di mana peserta melakukan adaptasi dengan Damai Indah Golf – PIK Course, lazim disebut dengan istilah practice round.

Sedangkan peserta yang berkompetisi dalam Ciputra World Junior Golf Championship 2017 – sebagaimana yang tertulis pada pairing hari terakhir – tercatat sebanyak 129 pemain yang 42 orang di antaranya adalah pegolf putri.

Mereka dibagi dalam Divisi A, B, C, dan D Putra dan Putri. Pegolf yang berkompetisi di Divisi Putra mereka bermain sebanyak 72 hole, sementara pegolf yang bersaing di Divisi Putri mereka bermain sebanyak 54 hole.

Selama empat hari berturut-turut yakni 6-9 Juni 2017, sebagaimana yang diungkapkan oleh Rizal Arya yang menjadi Tournament Director, turnamen berjalan lancar dan terhindar dari dispute sama sekali.

“Tapi, harus diakui bahwa cuaca memang sangat tidak bersahabat, terutama anginnya,” kata Rizal Arya yang sangat berpengalaman menjadi direktur pertandingan turneman nasional dan internasional.

“Walaupun begitu semangat berkompetisi anak-anak sangat luar biasa. Tidak mengendur sedikit pun sejak hari pertama sampai hari terakhir, baik yang berkompetisi di Divisi Putra maupun Divisi Putri,” tegas Rizal Arya.

Apa yang diungkapkan Rizal Arya dibenarkan oleh Carl Jono B Corpus – pegolf junior berusia 16 tahun dari Philippines – yang keluar sebagai juara Individual Boys Ciputra World Junior Golf Championship 2017 dengan skor +4 selama empat hari berturut.

“Selain cuaca, golf course ini juga sangat menantang dan sulit,” ujar Jano yang dua tahun lalu pada event yang sama merebut posisi ketiga di Divisi C.

Pegolf junior dari Philippines yang saat ini masih berusia 16 tahun tersebut, tahun depan masih memiliki peluang untuk mempertahankan gelar juara yang direbutnya pada tahun ini.

Sulitnya Damai Indah Golf – PIK Course untuk di-”takluk”-kan juga diakui oleh Jonathan Wiyono dari Indonesia.

“Terus terang saya bisa dikatakan jarang sekali bermain di golf course ini – terutama kalau kebetulan saya ke Jakarta,” ungkap pegolf junior asal Surabaya, Jawa Timur, yang biasa disapa dengan sebutan akrab “Jowi” itu kepada independensi.com.

Sejak Jowi mulai mengenal golf dan tampil berkompetisi baik dalam event nasional, regional maupun internasional, “Kalau event-nya dilaksanakan di golf course ini, saya sekali pun belum pernah merebut gelar juara,” tukas juara PON Jawa Barat 2016 di nomor individu dan beregu itu sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Tapi,” kata Jowi lebih lanjut dan penuh semangat, “kalau di Damai Indah Golf – BSD Course, beberapa kali saya pernah merebut juara…“ Dan, seperti diketahui, Jowi pernah mencetak skor 20 under saat dia berkompetisi di ajang Faldo Series Nasional pada Maret 2017 lalu.

Bila Jano juara Ciputra  World Junior Golf Championship 2017 siap mempertahan gelarnya tahun depan, Jowi pun siap untuk merebut gelar tersebut.

Karena, kalau pada event tahun ini Damai Indah Golf – PIK Course yang menjadi tuan rumah, tahun depan giliran Damai Indah Golf – BSD Course yang menjadi host untuk event yang sama tahun depan.

Sebagai juara CWJ-GJ 2017, Jano, yang mengidolakan Juvic Pagunsan – salah satu profesional golf terbaik di Filipina – mengaku sangat bersyukur karena sejak hari pertama hingga hari terakhir dia bisa menjaga pola permainannya dalam situasi dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Oleh karena itu menjadi sangat wajar bila Jano – begitu berhasil menyelesaikan permainannya – usai saling berjabat tangan dengan pairing-nya, dia langsung memeluk salah seorang ofisial dari negaranya yang menunggu di luar green hole 18.

“No problem … no problem …,” kata sang official sambil memeluk erat tubuh Jano yang gemuk-bulat. Maksudnya, tidak masalah tidak bisa bermain under par tokh dengan membukukan total skor +4 Jano keluar sebagai juara individual (BGO) Divisi A dan B putra.

Sementara pegolf junior putri dari Thailand, Taglo Jeeravivi Taporn, yang bermain sebanyak 54 hole selama tiga hari berturut-turut berhasil keluar sebagai juara individual (BGO) Divisi A dan B putri.

Selain berhasil merebut gelar juara individu (BGO) – baik Jano maupun Taporn – juga menjadi juara tim. Carl Jano B Corpus dan Jolo Timothy L Magcalayo membukukan skor 599 pukulan. Sedang tim Indonesia Satu yang terdiri dari Jonathan Wiyono dan Jose Emmanuel Suryadinata berada di posisi kedua juara tim dengan skor 614 pukulan. Disusul oleh tim Indonesia Dua dengan pegolfnya Dominikus Glenn Yuwono dan Kentaro Nanayama dengan skor 615.

Sementara dua pegolf putri Thailand masing-masing Kan Bunnabodee dan Unyamanee Wongaroon berada di posisi pertama juara tim putri dengan skor 434. Disusul tim putri Jepang Sara Ota dan Miku Abe yang membukukan skor 439 pukulan berada di posisi kedua. Kemudian Tagtao Jeeravivitanporn dan Thame McFaden (tim putri Thailand Satu) berada di posisi ketiga dengan skor 455.

Meskipun di scoring board terpampang nama-nama seluruh pemain yang berkompetisi, namun pemain yang bisa bermain under (angka merah) hole by hole pada setiap ronde – baik di Divisi ABCD Putra dan Divisi ABCD Putri yang bermain sebanyak 54 hole – persentase mereka jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pemain yang hole by hole-nya bermain over (angka biru).

Suka tidak suka – seperti yang diungkapkan oleh Jano dan Jowi – Damai Indah Golf – PIK Course memang sulit di-”takluk”-kan. Walaupun demikian, dua pegolf masing-masing Fabian Lefan Fernandez dari Singapura dan Chung Chieh Tsan dari Taiwan, yang tampil bersaing di Divisi A Putra, berhasil mencetak pukulan Hole in One.