Suasana perhelatan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di GOR RM Said, Karanganyar, Solo Raya, Minggu (23/7). (Istimewa)

92 Pebulutangkis Masuk Babak Penentuan

CIREBON (IndependensI.com) – Pertarungan memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Cirebon dan Solo Raya semakin memanas. Di hari kedua Audisi Umum yang berlangsung dalam format turnamen, sebanyak 48 peserta dari Solo dan 44 peserta dari Cirebon berhasil melaju ke tahap selanjutnya. Total 92 atlet lolos ke babak penentuan dalam Audisi Umum yang digelar di Cirebon dan Solo secara bersamaan ini.

Dalam audisi fase turnamen ini, para pelatih dan pencari bakat PB Djarum menilai kedua kota memiliki bibit-bibit pebulutangkis berkulitas istimewa. Menurut Yuni Kartika, Pelatih dan Tim Pencari Bakat PB Djarum, cukup banyak peserta yang memiliki teknik bulutangkis melebihi standar usia mereka. “Bibit yang istimewa banyak ditemukan di sini. Karena dari sisi jumlah pesertanya juga banyak, lebih dari 600 peserta. Solo Raya ini juga posisinya sentral, banyak bibit yang bagus dari mana-mana datang ke sini,” tutur Yuni Kartika yang melakukan seleksi di GOR RM Said, Karanganyar, Solo Raya, Minggu (23/7).

Hal serupa dikatakan Lius Pongoh, Tim Pencari Bakat PB Djarum untuk Audisi Umum di Cirebon. Ia berpesan kepada para peserta yang berhasil lolos dari tahap turnamen hari ini agar betul-betul menjaga konsistensi untuk bertarung di babak penentuan besok. “Audisi di Cirebon ini bibit yang bagus memang banyak. Mereka punya keberanian meski di usia dini. Di tahap ini kita mulai melihat apakah seorang anak memiliki jiwa petarung atau tidak,” tutur mantan atlet yang dijuluki “Si Bola Karet”.

Pada hari terakhir Audisi Umum di Solo Raya dan Cirebon esok hari, para peserta yang lolos akan ditandingkan kembali sesuai kelompok usianya masing-masing, yakni U11 dan U13 sektor tunggal putra dan putri. Peserta yang gagal menang dan lolos ke tahap selanjutnya, masih berpeluang untuk mendapatkan Super Tiket yang diberikan oleh pencari bakat kepada pebulutangkis yang dianggap memiliki kualitas.

“Mata pencari bakat itu detail, kalo ada yang istimewa pasti akan perjuangkan supaya Super Tiket meskipun pas turnamen kalah. Setiap pencari bakat tentu punya pegangan, tapi enggak banyak juga. Biasanya susah dapat yg istimewa,” Yuni Kartika menjelaskan. Untuk itu, guna mendapatkan bibit atlet dengan potensi terbaik, PB Djarum menerjunkan Tim Pencari Bakat yang merupakan legenda bulutangkis Indonesia dan para Pelatih PB Djarum. Di Solo ada Sigit Budiarto, Hariyanto Arbi, Alvent Yulianto, Yuni Kartika, Engga Setiawan, dan Basri Yusuf.

Untuk di Cirebon dipimpin oleh Christian Hadinata, Lius Pongoh, Ivana Lie, Ade Candra, Denny Kantono, Vita Marissa, Kartono dan Johan Wahyudi. Para pencari bakat ini menjadi mata dan telinga PB Djarum dalam menjaring pemain dengan potensi dan bakat yang mumpuni di Solo Raya dan juga Cirebon.