KLHK: Pembakaran Lahan di Riau Masif dan Disengaja

JAKARTA (Independensi.com) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi di areal konsesi korporasi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Di lokasi ini diketahui muncul titik api yang berasal dari kebakaran lahan pada hari ini, Rabu (26/07/2017).

Direktur Pengaduan, Pengawasan, dan Sanksi Administratif Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan temuan perihal pembakaran lahan yang disengaja pada lokasi tersebut.

“Berdasarkan analisis KLHK, kebakaran lahan itu terjadi pada koordinat yang berlokasi di areal konsesi HTI PT. RRP seluas 22.930 hektar, yang pernah tercatat sebagai salah satu pemasok industri pulp dan kertas di Riau,” kata Vivien dalam siaran pers, Rabu (26/7/2017).

Begitu menemukan indikasi kebakaran, tim Gakkum KLHK langsung melakukan pengecekan. Diketahui perusahaan tersebut berada dalam KHG Sungai Bunut Batang Umban berupa gambut non kubah di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

“Izin HTI PT. RRP telah dicabut sesuai hasil putusan pengadilan karena sengketa dengan masyarakat dan menjadi areal yang open access. Tetapi sekarang areal itu masuk dalam areal PIPPIB, jadi memang tidak boleh ada izin atau aktivitas di situ,” kata Vivien.

Vivien menambahkan, pembakaran lahan tersebut terlihat masif dan dilakukan secara profesional karena mengolahnya terlihat menggunakan perhitungan arah angin. “Temuan tim kami di lapangan, pondok mereka ada di situ, tapi tidak kena asap,” ujarnya.

Menteri LHK Siti Nurbaya, menurut Vivien, setelah mengetahui kejadian ini langsung memerintahkan tim Gakkum bersama-sama Daops Manggala Agni untuk segera turun melakukan cek lapangan dan juga melakukan upaya pemadaman.

“Ibu Menteri LHK juga telah memerintahkan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan untuk berkoordinasi dengan BNPB guna melakukan water bombing agar titik api tidak meluas, serta melakukan pemasangan police line. Ibu Menteri tadi memerintahkan kepada tim Gakkum, areal terbakar yang berada di areal konsesi untuk diproses sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” tegas Vivien.

Ia menambahkan, update terakhir pemantauan KLHK, upaya pemadaman hingga saat ini sedang dilakukan oleh Satgas Karhutla Provinsi Riau yang dipimpin langsung oleh Gubernur. “Water bombing juga telah berjalan sore ini,” tutup Vivien.

Laporan dari tim lapangan, tambah Vivien, telah marak terjadi perambahan untuk sawit di lokasi tersebut. “Sawit ilegal marak di lokasi tersebut. Kami akan cek perusahaan mana yang menerima pasokan sawit ilegal tersebut, dan akan diumumkan rantai pasokannya ke publik. Soal pembakaran gambut, akan kami cek rantai pasokannya, sehingga pemain besarnya nanti bisa dipidana,” tukas Vivien.

Sementara itu data dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan tim Manggala Agni (Daops Siak) juga berhasil memadamkan titik api yang sempat terpantau muncul sejak tanggal 24 Juli lalu.

“Pemadaman dilakukan dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, MPA, dan tim Satgas. Kondisi terakhir di lapangan 80 persen titik api sudah bisa dikendalikan. Kami akan terus melakukan upaya pemadaman,” tegas Raffles.

Untuk pemadaman karhutla tidak hanya dilakukan di darat dengan melibatkan tim terpadu, namun juga dengan dukungan helikopter milik KLHK dan Satgas Provinsi untuk melakukan water bombing dan hujan buatan.

Untuk memaksimalkan upaya penanggulangan Karhutla, sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Riau telah disiagakan 6 (enam) unit helikopter (4 unit di Pekanbaru dan 2 unit di Dumai) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah Sikorsky, MI-171, MI8 MTV-1, MI-172, dan Bolkow.(effatha tamburian)