Mentan Amran Sulaiman saat meresmikan Toko Tani Indonesia (TTI) beberapa waktu lalu. (Ist)

Hingga 2019, Kementan Targetkan 5.000 Unit Toko Tani Indonesia

BOGOR (Independensi.com) – Kementerian Pertanian menargetkan hingga tahun 2019 akan terus menjaga stabilitas harga pangan lewat Toko Tani Indonesia (TTI).

Untuk itu, TTI yang akan dikembangkan menjadi 5.000 unit pada tahun tersebut.

“Sampai saat ini sudah berdiri 1.400 TTI, targetnya akan dikembangkan menjadi 5.000 TTI hingga 2019,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Hendriadi Agung dalam rapat kerja BKP di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/9).

Agung menyebutkan pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan, ada beberapa TTI yang sudah berdiri kondisinya masih aktif, ada yang berhenti dan ada pula yang stabil.

Terkait angkanya, Agung menyebutkan tidak terlalu besar. Dari 1.400 TTI yang ada, hanya 73 TTI yang berhenti beroperasi.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan TTI tu berhenti di antaranya lokasi TTI yang sulit diakses karena berada di lokasi yang sempit, berada dalam gang, sehingga menyulitkan barang keluar masuk, dan masyarakatpun sulit menjangkau.

“Penyebab lainnya karena pasokan dari petani,” katanya.

TTI merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam menyediakan pangan terjangkau oleh masyarakat. Menjual produk pertanian dengan harga terjangkau karena didatangkan langsung dari petani yang tergabung dalam kelompok tani.

Keberadaan TTI memperpendek rantai distribusi. Sehingga penyebarannya di seluruh wilayah dapat memenuhi kenutuhan pangan pokok masyarakat dengan mudah dan murah.

“Melalui TTI ini rantai pemasaran dapat diperpendek sehingga konsumen lebih terbantu dengan harga terjangkau, begitu juga petani dapat menjual produk pertaniannya dengan mudah,” kata Agung. (Ant)