Dokumentasi

Tanah Bergerak di Selatan Cianjur Meluas, Puluhan Rumah Rusak

CIANJUR (IndependensI.com) – Pergerakan tanah dan longsor di wilayah selatan Cianjur, Jawa Barat, meluas ke wilayah lain seperti di Kecamatan Kadupandak yang menyebabkan puluhan rumah, satu madrasah dan masjid rusak.

Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Wahyu saat dihubungi Rabu (4/10/2017) mengatakan peristiwa longsor dan pergerakan tanah terjadi sejak Sabtu (30/9/2017), namun dampak paling parah terlihat sejak satu hari terahir, pergerakan tanah meluas dan semakin dalam.

“Setiap hari tanah bergeser di beberapa titik disertai longsor. Pergerakan tanah melanda empat desa, Sukaraharja, Sukasari, Wargaasih dan Wargasari. Pergerakan tanah yang cukup parah terjadi di Desa Wargaasih dan Wargasari, dengan jumlah rumah rusak mencapai puluhan,” katanya.

Pergerakan tanah di kedua desa tersebut, juga menyebabkan masjid jami dan madrasah terkena dampak, tercatat di Wargaasih 29 rumah warga rusak termasuk masjid jami, sedangkan di Wargasari 10 rumah warga dan satu masjid jami serta satu madrasah dilaporkan rusak.

Pihaknya terus melakukan pemantauan ke desa yang mengalami pergerakan tanah dan longsor serta mengimbau warga yang rumahnya terancam untuk segera mengungsi ke tempat aman guna menghindari hal yang tidak diinginkan terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, selama satu pekan terakhir, pihaknya mencatat lima kecamatan di selatan Cianjur, dilanda bencana alam pergerakan tanah disertai longsor.

“Awalnya hanya empat kecamatan, Cibinong, Sindangbarang, tanggeung dan takokak. Saat ini laporan terbaru terjadi di Kecamatan kadupandak, meskipun ada laporan dari kecamatan lain, namun bellum valid data resmi dari camatnya,” kata Asep.

Pihaknya belum bisa menetapkan darurat bencana untuk Cianjur selatan karena harus ada proses dan rekomendasi dari BMKG, namun pihaknya sudah menerapkan tanggap kebencaan bersama semua pihak.

“Saat ini kami masih fokus mealakukan penanganan pasca bencana di Takokak karena ratusan kepala keluarga dengan jumlah total ribuan jiwa mengungsi, dengan pergerakan tanah yang terus meluas tepatnya di Desa Waringinsari,” katanya. (antara)