Sosialisasi vaksin MR Dinkes dan Disdik bersama Unicef. (foto:jonder sihotang)

Pelaksanaan Vaksin MR Tinggal Empat Hari, Masyarakat Diajak Manfaatkan

BEKASI (IndependensI.com) –  Pelaksanaan vaksin Measles-Rubella (MR) setelah waktunya diperpanjang hingga tanggal 14 Oktober 2017, tinggal empat hari lagi. Sementara di Kota Bekasi, cakupan sasaran untuk usia anak sembilan bulan hingga 15 tahun, hingga saat ini baru sekitar 90 persen. Padahal, pemerintah menargetkan sasaran minimal 95 persen.

Di Kota Bekasi, masih ada sekitar 60.000 anak dari 600.000 lebih anak  yang belum divaksin MR.  Dinas Kesehatan setempat mencatat ada enam kendala kenapa MR tidak terlaksana maksimal, diantaranya kurangnya pemahaman orangtua.

Guna mencapai angka atau target itu, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau kepada orangtua yang belum memaksin anaknya, menyempatkan  sisa waktu yang empat hari lagi. Sebab jika ada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun belum divaksin, anak akan rugi sendiri.

Vaksin ini tidak ada di rumah sakit, dan vaksi  tersebut adalah program pemerintah dalam menyehatkan anak. Anak yang divaksin MR akan mendapat kekebalan terhadap sembilan penyakit dimasa tuanya, ungkap Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Sukrawati, Selasa (10/10/2017).

“Target kami 100 persen anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun divaksin MR. Tapi saat ini baru tercapai 90 persen, ujarnya.

Guna mensukseskan vaksim MR, Dinkes Kota Bekasi bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Unicef melakulan sosialisasi di Kota Bekasi, terkait program vaksin MR tersebut.

“Klo gak ikut vaksin MR, adalah anak yang  kurang gaul,” ungkap Direktur Unicef Perwakilan Pulau Jawa, Arie  Rukmantara. Vaksin MR adalah hak anak. Itu untuk kesehatan sianak hingga dewasa.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mencapai sasaran vaksin MR yang masih tersisa sekitar lima persen lagi. Karena sasaran vaksin adalah anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun, makan kerja sama dengan Dinas Pendidikan yang membawahi sekolah akan digalakkan.

Sebab dari sasaran vaksin MR itu, sebagian besar adalah usia sekolah SD sampai SMP, ungkap Dezi dan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi. (jonder sihotang)