Pekerjaan Jalan Tol Becakayu di Kebut

JAKARTA (Independensi.com) – Proyek jalan tol Bekasi- Cawang – Kampung Melayu (Becakayu), tepatnya di atas ruas tol dalam kota cawang tanjung priok terus dikerjakan dan sudah memasuki tahap akhir penyambungan di Jakarta, Rabu (25/10/2017). Dengan tanpa adanya peralatan berat ataupun tiang penyangga untuk menopangnya, Penyambungan ruas tol  dengan metode traveler box girder ini dilakukan karena kondisi lahan yang tidak memungkinkan untuk pemasangan segmental girder biasa, .

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot pekerjaan proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Jalan tol yang terdiri atas dua seksi sepanjang 21,04 kilometer itu ditargetkan beroperasi sepenuhnya pada 2021.

Kendati demikian, dalam waktu dekat, sebagian ruas akan diresmikan dan dapat digunakan oleh masyarakat. Ruas itu yakni Seksi IB dan IC sepanjang 8,26 kilometer yang menghubungkan antara Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, kehadiran tol ini akan menambah kapasitas jalan serta menjadi pilihan bagi pengguna jalan dalam menghindari jalur macet.

Saat ini, waktu tempuh bagi warga Kota Bekasi yang menuju Jakarta sekitar dua jam perjalanan. Dengan kehadiran tol tersebut diharapkan menjadi lebih singkat menjadi satu jam setengah perjalanan.

Selain itu, keberadaan Tol Becakayu juga bakal meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan logistik yang menuju Karawang, Cibitung dan Bandung sebagai akibat terpecahnya arus lalu lintas sehingga mengurangi volume lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek.

Mengenai pembebasan lahan, saat ini sudah tidak lagi menjadi hambatan dengan adanya skema dana talangan dari investor yang kemudian diganti oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR menargetkan panjang tol di Indonesia akan bertambah 568 kilometer. Sementara pada tahun 2019, tol baru ditargetkan akan bertambah 1.851 kilometer.