Ilustrasi. Rupiah. (Ist)

Kamis Pagi, Rupiah Menguat Jadi Rp13.489

JAKARTA (Independensi.com) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (23/11/2017) pagi, bergerak menguat sebesar 34 poin menjadi Rp13.489 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.523 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa minimnya petunjuk baru dari pejabat The Fed mengenai kenaikan suku bunga di Amerika Serikat membuat mata uang dolar AS yang diperdagangkan cenderung bergerak melemah.

“Pelaku pasar memanfaatkan kondisi itu untuk mengurangi bobot asetnya pada dolar AS dan menambah bobot ke aset mata uang lainnya, termasuk rupiah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri juga terbilang cukup positif bagi rupiah untuk bergerak menguat. Terdapat dua faktor yang menjadi pertumbuhan ekonomi nasional, yakni investasi dan ekspor.

“Pada triwulan III-2017, investasi mampu tumbuh 7,1 persen seiring dengan persepsi risiko investasi di Indonesia yang membaik, sementara ekspor juga mampu tumbuh melampaui impor,” tuturnya.

Research Analyst ForexTime, Lukman Otunuga menambahkan bahwa nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS, peningkatan optimistis terkait prospek ekonomi Indonesia berpotensi akan terus memperkuat mata uang domestik.

Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan dolar AS juga dipicu setelah pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen yang bernada waspada, kondisi itu memperkuat ekspektasi pasar tentang peningkatan suku bunga Fed dengan laju yang bertahap. (Ant)