Uji coba alat pembersih pipa PDAM teknologi Jepang diujicoba. (foto:jonder sihotang)

Teknologi Jepang Pembersih Jaringan Perpipaan Direspon PDAM Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)  –  Pengurasan atau pembersihan jaringan pipa PDAM, menjadi salah satu pekerjaan yang sulit dilaksanakan. Apalagi jaringan pipa sudah lama hingga puluhan  tahun dimana  pipa sudah melebihi usia teknis  dipastikan akan ada endapan-endapan  lumpur  yang mesti dibersihkan.

Terkait hal itu, sebuah alat pembersih dan merupakan teknologi dari Jepang,  diperagakan di PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.
Program teknologi Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk PDAM di Indonesia itu,  direspon baik oleh PDAM Tirta Bhagasasi.

Dalam uji coba teknologi yang memasukkan alat khusus ke dalam jaringan perpipaan,  dinilai membantu PDAM dalam  pembersihan  endapan lumpur di dalam jaringan pipa termasuk pembersihan di dalam reservoir.

Teknologi yang ditawarkan itu dinilai sangat berguna, selain memudahkan pembersihan terhadap reservoir maupun pipa, alat tersebut  mampu menjaga kualitas air menjadi lebih bersih ketika sampai kepelanggan.

Dirut  dan Kabag Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi,  Usep Rahman Salim dan Hendry mengapresiasikan program JICA yang ingin menjadikan PDAM Tirta Bhagasasi sebagai pilot project di Indonesia.

“Pada prinsipnya PDAM sangat merespon program JICA karena dapat memudahkan dalam pendistribusian air kepada pelanggan,” katanya.

Menurut Hendry, teknologi yang ditawarkan  itu mampu merawat reservoir dengan baik, dengan cara pengurasan yang saat ini masih dinilai manual. Sedangkan dengan teknologi robotic mampu menyentuh apa yang sebelumnya tidak dapat disentuh pihak PDAM, ia menambahkan saat uji coba peralatan di Perumnas 3 Kota Bekasi, kemarin.

Bukan itu saja, pipa-pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) pun dapat dibersihkan dengan maksimal ketika menggunakan teknologi aquapig tersebut, ia menambahkan.

Teknologi itu, lanjut dia, belum direalisasikan dan baru tahap survei dari pemiik alat dari Jepang. Dari hasil survei yang tengah dilakukan ini, akan dilaporkan ke JICA sebagai rekomendasi.

Survei dan uji coba alat tersebut, dilakukan di Cabang Kota atau Poncol untuk resesvoir, sedangkan perpipaan di Perumnas 3 Kota Bekasi.

Sedang  Kabag Perencanaan Teknik (Pertek) PDAM Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika menambahkan, program awal JICA itu dari perencanaan, dan dilanjutkan oleh bagian atau cabang lain.

Ia mengakui bahwa program JICA itu sangat bermanfaat dan berguna bagi PDAM kedepannya. (jonder sihotang)