Bus Transpatrtiot Kota Bekasi. (ist)

Bus Transpatriot  Kurangi Kemacetan

BEKASI (Independensi.com)-  Angkutan massal berupa bus, salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Terkait hal itu,  Pemkot Bekasi  akan melengkapi bus Transpatriot  dengan fasilitas wifi, layanan aplikasi ‘tracking’ Android serta pembayaran secara nontunai.

Namun itu program itu baru dilakukan setelah semuanya sudah beroperasi dan saat ini baru uji coba. Transpatriot sejauh ini baru dilengkapi dengan 19 titik pemberhentian halte, sementara koridor yang digunakan masih bercampur dengan kendaraan pribadi.

Guna meringankan penumpang, Pemerintah Kota Bekasi, mengalokasikan dana subsidi sebesar Rp 3.500 per penumpang bagi operasional Bus Transpatriot yang  mulai beroperasi Januari 2018.

“Besaran tarif normal bagi penumpang Transpatriot adalah Rp 7.000 per orang, namun kita subsidi setengahnya. Jadi penumpang hanya dibebani ongkos Rp 3.500 untuk sekali jalan,” ujar   Kepala Bidang Pengembangan Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Bekasi M Solikhin baru-baru ini.

Saat ini,  Dishub Kota Bekasi baru menyediakan sembilan unit Bus Transpatriot yang akan beroperasi di dua trayek tujuan yakni Terminal Induk Kota Bekasi – Perumahan Harapan Indah dan Terminal Induk Kota Bekasi – Pondokgede. Dari sembilan unit yang akan dilaksanakan,  uji coba baru tiga unit.

Bus Transpatriot yang diproduksi PT Armada itu dilengkapi dengan 21 kursi serta sejumlah fasilitas berupa pendingin ruangan dan musik. Bus 3/4 rakitan tahun 2017 itu juga dilengkapi dengan pegangan bagi 20 penumpang yang berdiri, sehingga total kapasitas sanggup menampung perjalanan bagi 41 penumpang.

Dimensi bus 2/4 belum senyaman bus Transjakarta yang memiliki ruang gerak lebih luas serta sistem suspensi kendaraan yang lebih empuk saat melintasi lubang jalan.

Kursi yang disediakan bagi penumpang memiliki konsep berhadapan secara menyamping dari arah laju kendaraan. Diharapkan, warga Kota Bekasi dapat mrngurangi kendaraan pribadi dan menggunakan fasilitas bus Transpatriot.(adv/humas/jon)