Babak Baru Pilkada Jabar, Dedi Mulyadi Pun Bisa Tersenyum Lebar

IndependensI.com – Pasca Partai Golkar mencabut dukungan kepada calon gubernur Ridwan Kamil menimbulkan gairah baru bagi sejumlah politisi yang ingin maju di Pilkada Jabar. Paling tidak bagi Ketua DPD partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang juga Bupati Purwakarta. Kini, ada kesempaan besar bagi Dedi Mulyadi untuk bisa maju di Pilkada Jawa Barat. Persoalannya, apakah Golkar konsisten mendukung kadernya atau mencalonkan kader lain?

Penarikan dukungan oleh Golkar kepada Ridwan Kamil juga diikuti sejumlah partai lain dengan alasan Ridwan Kamil tidak mampu mengakomodasi kepentingan partai mereka seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rdwan Kamil sendiri sudah menyeleksi enam calon wakil gubernur Jawa Barat yang dijadwalkan diumumkan hari ini Rabu 20 Desember 2017.

Namun akhirnya rencana itu batal karena situasi politik Pilkada Jawa Barat terus berkembang. Ridwan Kamil sendiri diusung oleh Partai Nasdem sejak jauh hari dan diikuti oleh partai lainnya seperti PKB, PPP dan partai Golkar. Meski ada partai menarik dukungan, Nasdem tetap konsisten mendukung Ridwan Kamil. Seandainya PPP dan PKB tetap mendukung, maka tidak ada hambatan bagi Ridwal Kamil maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

Jika sebaliknya, ada lagi partai pendukung menarik dukungan, maka situasi menjadi berbeda. Hal itu menandakan bahwa posisi Ridwan Kamil sudah aman betul. Namanya politik, segala sesuatu bisa berubah setiap saat, sehingga Ridwan Kamil harus melakukan lobi kepada partai-partai pendukung, sehingga bisa mencapai suatu kesepakatan atau titik temu. Lobi itu penting, karena bagaimana pun tidak mungkin memenuhi semua harapan partai pendukung yang mengajukan calonnya untuk mendampingi Ridwan Kamil.

Meski belum ada sikap resmi dari PKB dan PPP bahwa mereka sudah pasti menarik dukungan Ridwan Kamil, tetapi setidaknya sudah pasti mengganggu rencana Ridwan Kamil mengumumkan siapa calon wakilnya di Pilkada Jabar. Sesuai harapan Ridwan Kamil pengumuman calon wakilnya dilakukan hari ini Rabu 20 Desember 2017.

Situasi itu kini dimanfaatkan oleh kedua partai tersebut melakukan “deal’ untuk mencalonkan kandidat mereka untuk tampil dan memenangkan Pilkada Jawa Barat. Kader PKB dari Jawa Barat, KH Maman Imanulhaq kemungkinan besar diusung menjadi Gubernur ataupun Wakil Gubernur Jawa Barat.

Selama ini Kang Maman sering dijodohkan sebagai wakilnya Calon Gubernur Ridwan Kamil. Pasangan Ridwan Kamil – KH Maman Imanulhaq dinilai kader PKB ideal dan bisa saling mengisi. Dengan adanya perubahan konstalasi politik di pilkada Jabar, maka KH maman Imanulhaq kini semakin punya peluang, baik sebagai Gubernur maupun wakil.

Akan halnya Deddy Mizwar, wakil Gubernur petahana yang sebelumnya dicalonkan Patai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra juga berakhir dengan mundurnya Gerindra mendukung Deddy Mizwar. Dedy Mizwar juga ketar ketir karena ada informasi PKS dan PAN mendukung calon lain.

Partai Gerindra belum lama ini justru mengajukan Jenderal Purn Sudradjat, mantan Dubes RI untuk Tiongkok. Gerindra belum resmi mengumumkan Sudradjat sebagai calon resmi, baru sebatas test pasar untuk mendapatkan respon publik. Konon PAN dan PKS ingin koalisi dengan Gerindra di Pilkada Jabar.

Sedangkan, Partai Demokrat memantau tiga calon yakni Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Artinya, Demokrat belum menentukan pilihan untuk calon yang akan diusung.

Sementara itu, PDIP belum juga mengumumkan siapa bakal calon yang diusung oleh partai berlogo banteng moncong putih tersebut. Berdasarkan isu-isu yang beredar, PDIP konon mau mengajukan calon partai sendiri yakni Puti Guntur Soekarnoputra. Beberapa spanduk Puti Guntur memang terlihat di pasang di daerah seperti Depok, Bogor, Bekasi dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Belum diperoleh informasi bagaimana tingkat elektabilitas Puti Guntur Soekarnoputra sejauh ini.  Namun, bisa saja dicalonkan PDIP sebagai Gubernur atau menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat. Puti Guntur merupakan anggota DPR dari Wilayah Jawa Barat dalam dua periode ini.

Di bagian lain, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak Partai Kebangkitan Bangsa duduk bersama membahas Pilkada Jawa Barat 2018, pasca-penarikan dukungan partai beringin itu kepada Ridwan Kamil. “Mengenai perkembangan Pemilihan Gubernur Jawa Barat saya mengajak kepada Partai Kebangkitan Bangsa untuk duduk satu meja bersama-sama melakukan pembahasan Pemilu Gubernur di Jawa Barat dalam posisi kita memiliki posisi yang sederajat,” kata Dedi Mulyadi di sela arena Munaslub Golkar di JCC Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Restorasi Partai Golkar, Airlangga Harus Dikelilingi Kader Antikorupsi

Dedi mengatakan dialog dengan posisi sederajat diperlukan sehingga Pemilihan Gubernur Jawa Barat bisa berjalan dengan efektif dan seluruh kepentingan masyarakat Jawa Barat mampu dijawab dengan gaya politik yang cerdas yang bisa memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat. “Duduk bersama itu sangat penting untuk membaca kemungkinan yang terjadi mengingat konstelasi di Pilgub Jabar masih sangat terbuka, belum ada satu pun pasangan calon sudah menetapkan diri,” kata Dedi.

Dedi mengatakan keputusan Partai Golkar menarik dukungan bagi Ridwan Kamil membuka ruang bagi semua partai untuk membicarakan Pemilihan Gubernur Jawa Barat secara tepat. Pria yang juga akan maju di Pilgub Jabar itu mengajak PKB membicarakan terlebih dulu perahu yang akan digunakan untuk mencalonkan gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat. Menurut dia mencalonkan gubernur tidak ada maknanya jika perahu atau tiket perolehan kursi DPRD minimal 20 persen tidak terpenuhi.

“Dari awal saya menyampaikan jangan dulu bicara orang. Bicara lah tentang perahunya yang cukup, baru isinya. Siapa isinya didasarkan pada terakomodirnya seluruh kepentingan masyarakat dan tentunya kita juga tidak memungkiri partai juga punya kepentingan untuk menjaga eksistensi dirinya dan elektabilitas kepartaiannya,” ujar Dedi.

Saat ini pintu koalisi antar-partai di Pilgub Jabar masih terbuka lebar. Partai pengusung Ridwan Kamil lainnya juga memiliki peluang untuk mencabut dukungannya yang akan berpengaruh pada persyaratan kursi dukungan di DPRD.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2014 di Jawa Barat, perolehan kursi di DPRD Jabar antara lain diraih oleh PDIP sebanyak 20 kursi, kemudian Golkar sebanyak 17 kursi, PKS 12 kursi, Demokrat 12 kursi, Gerindra 11 kursi, PPP sembilan kursi, PKB tujuh kursi, Nasdem lima kursi, PAN empat kursi dan Hanura tiga kursi.

Syarat partai atau gabungan partai politik mencalonkan gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jabar adalah minimal 20 persen total kursi DPRD yang berjumlah 100 kursi.
Nah, kini Dedi pun bisa bisa tersenyum lebar, karena asa maju menjadi Gubernur atau wakil Gubernur Jawa Barat semakin terbuka, apalagi posisinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar, Jawa Barat. (kbn)