Kepala Kantor Imigrasi Wilayah I Bogor, Suhendra saat memberikan keterangan pers di Bogor, Selasa (19/12/2017). Foto: Independensi.com/periksa ginting

Permintaan Layanan Paspor di Bogor Naik Tujuh Persen

BOGOR (IndependensI.com) – Pelayanan di Kantor Imigrasi Wilayah I Bogor, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan, baik pelayanan paspor maupun pelayanan ijin tinggal. Jika dibandingkan tahun lalu, peningkatan itu mencapai lima sampai tujuh persen atau naik 2.570 pemohon paspor.

Demikian Kepala Kantor Imigrasi Wilayah I Bogor, Jawa Barat, Suhendra di Bogor, Selasa (19/12/2017) sore. Menurut Suhendra, peningkatan itu untuk keperluan wisata, naik haji, umroh dan kepentingan bisnis, maupun kepentingan pekerjaan.

Lebih rinci dijelaskan, periode 2016-2017 terjadi peningkatan penerbitan paspor sejumlah 2.570 buku paspor. Jika periode tahun 2016 total penerbitan sebanyak 77.187 buku terdiri atas 6.478 buku paspor 24 halaman, dan 71.339 buku paspor 48 halaman. Sementara sampai 18 Desember 2017 jumlah penerbitan paspor sebanyak 79.757 buku, terdiri atas 11.622 paspor 24 halaman, dan 68.135 paspor 48 halaman.

”Pada penerbitan paspor terlihat tren peningkatan pembuatan paspor 24 halaman meningkat 5.144 dari tahun 2016 ke tahun 2017. Sedangkan paspor 48 halaman mengalami penurunan sebesar 3.204 paspor,”terang Suhendra.

Sementara jumlah penundaan penerbitan paspor yang diduga sebagai TKI non prosedural pada tahun 2017 sebanyak 43 pemohon.

Sementara itu untuk penerbitan izin tinggal keimigrasian mengalami peningkatan pada permohonan izin tinggal kunjungan (IKT) sebesar 154 pemohon dari 1.365 pemohon pada tahun 2016 menjadi 1.519 pemohon di tahun 2017.

Untuk pemohon izin tinggal tetap (ITAP) pada tahun 2016 sebanyak 77 pemohon dan 2017 mengalami kenaikan menjadi 89 pemohon.

“Jumlah pemohon izin tinggal sementara (ITAS) mengalami penurunan sebanyak 85 permohon dari 2.300 pemohon di tahun 2016 menjadi 2.215 di tahun 2017,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa negara terbanyak yang mengajukan permohonan izin tinggal keimigirasian di wilayah Bogor seperti Arab Saudi, Belanda, Malaysia, Yaman, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand, India, Jepang, Amerika Serikat, Pakistan, Taiwan dan Singapura.

“Tiongkok termasuk negara yang paling mendominasi dalam pengajuan izin tinggal keimigrasian baik itu IKT, ITAP maupun ITAS,” katanya.

Sedangkan dalam hal penindakan, lanjut Suhendra, tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi terhadap 104 warga negara asing terdiri atas 76 laki-laki dan 28 perempuan dari 19 megara.

Tindakan keimigrasian terhadap warga negara asing yang melebihi izin tinggal (overstay) sebanyak 110 orang terdiri atas 79 laki-laki dan 31 perempuan dengan total 861 hari dikenai biaya denda sebesar Rp 258.300.000.

“Semua denda kita setorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak,” kata Suhendra. (Periksa Ginting)