Suasana pertandingan antara Satria Muda Pertamina melawan NSH Jakarta di ajang IBL Pertalite 2017/2018. (Dok/Ist)

Jamarr Masih Perlu Adaptasi

JAKARTA (IndependensI.com) – Pebasket asing Jamarr Andre Johnson masih beradaptasi dengan pola permainan Satria Muda Pertamina pada laga pertamanya di IBL Pertalite 2017/2018. Jamarr mencetak delapan angka ketika Satria Muda menundukkan NSH Jakarta 66-46 pada seri keempat di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta, Kamis (4/1). “Kami masih belajar dan mengenal, tetapi makin membaik hari ke hari,” kata Jamarr.

Pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh memang berharap Jamarr cepat menemukan chemistry bersama rekan rekannya. “Saya berharap pada gim berikutnya Jamarr sudah bisa nyetel dengan tim,” kata Youbel. Dia yakin Jamarr bisa berbuat lebih untuk tim. Jamarr hadir menggantikan Kevin Bridgewaters. “Kami menarik Jamarr karena memerlukan pemain yang bisa dimainkan pada semua posisi,” kata Youbel.

Sementara itu, pelatih NSH, Wahyu Widayat Jati mengakui Satria Muda memang lebih tangguh dibanding timnya. “Semua tahu SM lebih kuat, tetapi saya kira kami kalah terhormat karena mampu memberi perlawanan,” kata Cacing, sapaan Wahyu. “Skuat kami tak sedalam SM. Ibarat perang, persenjataan kita kalah lengkap,” ujarnya. Hal ini terlihat dari angka yang dicetak para pemain cadangan. Bench players NSH hanya menyumbang sembilan angka, sementara pemain cadangan Satria Muda total membuat 27 angka.

Center asing NSH, Jason Bryant Carter mencetak double double 15 angka dan 11 rebound. “Kami juga masih saling belajar. Masih harus lebih cepat melakukan transisi, namun menunjukkan perbaikan,” kata Carter yang baru bergabung dan bermain dalam dua laga NSH. Cacing berharap pasukannya terus bermain konsisten. “Lawan siapa tak peduli tim papan atas atau tidak, NSH harus bermain pada levelnya,” tegasnya.