Ketika Mangrove Dikembangkan Lewat Media Paralon

BENGKULU (IndependensI.com) – Kabar baik baik pecinta mangrove di Tanah Air. Aktivis lingkungan “Komunitas Mangrove” Bengkulu berhasil menumbuhkan mangrove jenis rhizophora stylosa di Pulau Tikus, pulau seluas 0,6 hektare yang terus menyusut akibat abrasi dan kenaikan muka air laut. “Kami uji coba mangrove jenis rhizophora stylosa di Pulau Tikus dan ternyata persentase tumbuh hampir 50 persen,” kata Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu, Riki Rahmansyah di Bengkulu, Selasa (9/1/2018).

Riki mengatakan dari 380 batang mangrove yang ditanam anggota komunitas pada Mei 2016, sebanyak 173 batang berhasil tumbuh. Hasil pengamatan anggota komunitas, kata dia, mangrove yang ditanam dalam paralon itu telah memiliki enam hingga delapan daun dengan panjang mencapai rata-rata 30 centimeter. “Jenis rhizophora stylosa dipilih karena mampu tumbuh di substrat karang tanpa asupan air tawar,” ucapnya.

Penanaman mangrove dalam paralon atau dikenal dengan istilah “Riley Encased Methodology (REM) tersebut sebagai upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menyelamatkan Pulau Tikus dari ancaman abrasi atau kehilangan daratan.

Riki menambahkan penanaman mangrove tersebut juga menjadi percobaan penting untuk menciptakan ekosistem mangrove di Pulau Tikus. Pulau Tikus tidak pernah memiliki sejarah ditumbuhi mangrove jadi kalau percobaan ini berhasil akan menciptakan ekosistem baru.

Pulau Tikus berjarak 7 mil laut dari Kota Bengkulu memiliki daratan tersisa seluas 0,6 hektare. Luas daratan pulau yang ditopang terumbu karang ini terus menyusut dari awalnya seluas dua hektare. Melalui penanaman mangrove lewat media paralon tersebut diharapkan lingkungan bisa diselamatkan.