Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, interaksi bersama anak-anak. (foto istimewa)

Khofifah Resmikan Pembangunan Pusat Penelitian Anak Terpadu

JAKARTA (IndependensI.com)- Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Pelayanan Anak Terpadu di Balai Besar Penelitian dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta.

“Jadi ini sebetulnya subyetif ya karena saya 20 tahun lalu mimpi bahwa kita akan punya lembaga penelitian pengembangan dan pelayanan anak terpadu,” kata Mensos usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat itu di Yogyakarta, Selasa (09/01/2018) petang.

Mensos mengatakan, pada 1998 pernah melakukan kunjungan ke Beijing untuk berkeliling ke Riset Children Center yang pada saat itu pusat penelitian anak itu lebih fokus untuk memberikan layanan perlindungan bagi anak anak terlantar dan anak jalanan.

“Saya ke sana (Riset Children Center Beijing) sampai tiga kali karena saya berharap bahwa suatu saat Indonesia akan punya pusat penelitian yang juga memberikan layanan dan pengembangan keterampilan anak,” kata Mensos.

Bahkan, lanjut dia, dia pun mengirim anak-anak ke sana untuk bisa mengikuti program, karena di lokasi tersebut tidak hanya dikhususkan bagi anak-anak terlantar atau anak jalanan, tetapi juga dipakai untuk area pembelajaran anak-anak seluruh dunia.

“Saya pernah menyampaikan kepada Menteri Keuangan waktu itu dan kemudian saya menyiapkan format programnya, tapi belum dimungkinkan di ‘support’ oleh APBN (anggaran pendapatan belanja negara),” kata Mensos.

Namun, lanjut Mensos, dari seringnya pihak Tahir Foundation berkomunikasi dengan Khofifah setelah mendengar ada anak terlantar dan korban kekerasan akhirnya ada komunikasi lebih khusus dan mendapat dukungan untuk mendirikan semacam Riset Children center.

“Nah kemudian saya mendiskusikan dengan teman di Kementerian Sosial, dan langsung beliau (Tahir Foundation) menawarkan empat titik, waktu itu beliau minta di Jakarta, kemudian Surabaya, Medan dan Makassar,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, untuk mencari lahan di Jakarta tidak mudah, maka kemudian ditemukan di Yogyakarta, kemudian yang di Medan didapatkan di Deli Serdang, sementara kalau di Surabaya dapatnya di Pasuruan Kota.

“Nah ini akan menjadi referensi bagi siapa saja sebetulnya tentang pentingnya perlindungan anak apakah korban kekerasan, apalah anak terlantar ataukah anak jalanan ataukah anak yang tidak dalam pengasuhan yang baik,” katanya.

Mensos juga mengatakan, di dalam pusat penelitian anak itu juga ada sentra penelitian dan pengembangan kemampuan anak, sehingga mudah-mudahan nantinya akan lebih terintegrasi dalam pelayanan terhadap anak.

“Dan kebetulan karena ini Balai Besar Penelitian segera dikonversi agar Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan bisa terpadu. Saya sudah ketemu Menpan dan RB untuk konversi dari Balai Besar Penelitian menjadi Pusat Penelitian Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu,” katanya.(Budi Mustafa/ant)