Tragis, Satu Keluarga Etnis Tionghoa di Aceh Dibunuh Secara Sadis

BANDA ACEH (IndependensI.com) – Satu keluarga etnis Tionghoa tewas dibunuh secara kejam atau sadis di Banda Aceh. Pihak kepolisian Banda Aceh menemukan pada Senin (8/1/2018) sekitar pukul 22.10 wib bertempat di dalam salah satu ruko distributor Jalan Panglima Polem Ujung Gp. Mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah toko ini milik seorang etnis Tionghoa bernama Tji Sun. Tji Sun bersama istrinya Winarni dan anaknya Callietos Ng ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan cara digorok oleh pelaku.

Kepala Polresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin (10/1/2018) menjelaskan pada hari Senin tanggal 8 januari 2018 sekitar pukul 20.30 wib, keluarga korban yang berada di Medan menelpon tetangga korban bernama Eka berusia 34 tahun. Keluarga Tji Sun curiga kenapa telepon genggam korban selama 4 hari tidak dapat dihubungi (tidak aktif). Untuk itu, mereka mengubungi Eka tetangganya. Namun,  Eka tetangganya itu menjawab tidak tahu.

Selanjutnya keluarga korban meminta Eka mengecek rumah korban. Rumah yang dijadikan toko itu tertutup rapat.  Sekitar pukul 20. 45 wib,  Eka beserta suami melapor ke aparat di Kelurahan Mulia, dikarenakan rumah korban tertutup rapat. Kepala Dusun selanjutnya melapor ke Polsek Kuta Alam guna memastikan keadaan rumah korban.

Mendapat laporan pihak Kepolisian setempat langsung bergerak menuju lokasi rumah korban. Kombes T Saladin menyatakan sekitar pukul 22.10 wib Kapolresta, Kasat Reskrim beserta anggota, kasat Intel beserta anggota dan Kapolsek Kuta Alam beserta anggota mengecek langsung ke TKP dan membuka paksa pintu rumah korban. Aparat Kepolisian ini melihat kondisi TKP berantakan dan lantai bersimbah darah dan ditemukan 3 mayat korban pembunuhan sadis tersebut.

“Tiga korban itu adalah Minarni (40 tahun) dengan kondisi mayat berada pada posisi di ruang tengah dalam kondisi mayat telanjang bulat dan terlihat luka bekas  cekikan. Korban kedua Callietos Ng (putra) berumur 8 tahun meninggal dengan kondisi mengenaskan, karena digorok dengan posisi kepala putus dari badan. Korban ketiga, Tji Sun (Kepala Keluarga) berumur 45 tahun juga tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan”, katanya.

Ia menjelaskan sekitar pukul 03.14 wib ketiga mayat tersebut dievakuasi dan dibawa kerumah sakit Zainal Abidin untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. Namun, polisi hingga saat ini belum membeberkan siapa pelaku pembunuhan bersimbah darah tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin di sela-sela evakuasi jenazah tadi malam sekira pukul 03.30 mengatakan, diduga untuk saat ini pelaku adalah orang terdekat ketiga korban. “Kita duga pelakunya orang dekat, dia kunci dan gembok semua ruangan,” kata Saladin.

“Kami akan bekerja cepat untuk mengungkap siapa pelaku. Data awal itu merupakan pintu  bagi polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,” katanya. (Sigit Wibowo)