Pertemuan Dai Internasional, Risalah Perdamaian dari Indonesia kepada Dunia

MAJALENGKA  (IndependensI.com) – Lembaga Dakwah (LD) PBNU menyelenggarakan Multaqa Al-Duat Al-Alami dengan tema Risalat Al-Salam min Indunisia ila al-Alam (Pertemuan Dai Internasional ”Risalah Perdamaian dari Indonesia kepada Dunia”) di Lt 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya nomor 164, RT 7 RW 2, Kenari, Senen,Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018) malam.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Maman Imanulhaq mengatakan pertemuan ini digelar untuk memberikan pesan damai dari Indonesia kepada dunia.

Maman yang merupakan bakal calon Bupati Majalengka ini mengatakan Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki ratusan suku, bahasa dan adat istiadat juga enam agama yang diakui oleh Negara. Nyatanya persatuan dan perdamaian masih bisa terjaga dengan baik.

” Walaupun Islam mayoritas di negeri ini, tapi tetap menjaga dan menghormati pemeluk agama dan penganut kepercaaan yang lain. Islam damai seperti inilah yang ingin kita sebarkan ke seluruh pelosok dunia,” ujar Maman di Majalengka, Selasa (23/1/2018).

Nahdlatul Ulama (NU) yang terus meneguhkan pesan Islam Nusantara adalah mengambil nilai-nilai ajaran agama yang terdiri dari tawasuth (moderasi), tasamuh, tawazun.

NU akan terus mendakwahkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah, dakwah yang merangkul bukan yang memukul, dakwah yang menyejukkan bukan yang menakutkan.

Lanjut Maman, pertemuan ini juga bertujuan untuk menegaskan dan meneguhkan hakikat Islam Moderat (al-Islam al-wasathi), sebagaimana model Islam Nusantara yang dibangun oleh NU, serta menjalin kerjasama di antara ulama-ulama Ahlus Sunnah Waljamaah (Sunni) dari berbagai negara, untuk terciptanya perdamaian di seluruh dunia.

Pertemuan ini dihadiri oleh para masyayikh dari berbagai negara dan para dai dari tanah air. Di antara para ulama internasional dari berbagai negara ini, Syaikh Dr. Bilal Hallaq dari Amerika, Syaikh Dr. Ibrahim al-Syafii dari Australia, Syaikh Muhamad Utsman dari Palestina, dan Syaikh Thariq Ghanam dari Libanon. Dari PBNU antara lain hadir Dr. KH. Zaki Mubarok (Rais Syuriyah), KH Yahya Chaquf (Katib Aam), KH Manan Abdul Ghani (Ketua Bidang Masjid dan Dakwah) dan Dr. KH Moch. Bukhori Muslim, Lc., MA. (Sekretaris LD PBNU).

Pertemuan ini menghasilkan empat rekomendasi Risalah Perdamaian dari Indonesia untuk Dunia.

1. Memperkuat pentingnya tolong-menolong dan memperteguh hubungan antara ulama mazhab Ahlus Sunnah Waljamaah di dunia.
2. Memperkuat penyebaran dakwah Islam Moderat ke penjuru dunia.
3. Bersatu padu dalam kontra ekstremisme dan terorisme di semua tempat.
4. Mendukung kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Baitul Maqdis kepadanya serta menentang penjajahan di setiap negara.
5. Memperkuat upaya bersama dalam mengadakan pertemuan dai di masa mendatang.

(Putra)