Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti. (Istimewa)

Praveen/Melati Tak Gentar Hadapi Tontowi/Liliyana

JAKARTA (IndependensI.com) – Kendati harus melawan sesama pemain asal Indonesia, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengaku tak gentar menghadapi seniornya, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, pada semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan,  Sabtu (27/1).

“Lawan Tontowi/Liliyana, meski mereka senior kami akan tetap ‘fight’ berdua. Tidak ada istilah harus ngalah, apalagi Tontowi/Liliyana sebagai senior juga pasti nggak akan mau kalah. Kami berdua bertekad bisa melawan mereka, kami juga harap bisa jadikan patokan bagi kami bagaimana kami bersaing di kelas dunia,” ucap Praveen seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI, Jumat (26/1).

Praveen/Melati memastikan menghadapi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di putaran semifinal usai mengalahkan juniornya, Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami di putaran perempat final. Dalam pertandingan delapan besar ini sendiri, Praveen/Melati berhasil menang setelah melakoni drama tiga gim dengan skor akhir 21-11, 18-21, 21-17. Kendati memperoleh kemenangan, Melati mengaku hari ini dirinya merasa kurang nyaman dibandingkan hari sebelumnya, karena kondisi lapangan yang berbeda.

Sebagai pasangan baru, keduanya pun mengaku masih banyak hal yang harus ditingkatkan, mulai dari komunikasi di lapangan hingga strategi permainan. “Dengan pasangan baru, meskipun kami dulu sudah pernah berpasangan juga, kami masih harus banyak berlatih bersama. Kemarin di Malaysia kami merasa kurang puas dengan hasil dan penampilan kami, masih banyak yang harus kami latih bersama. Tapi saya juga percaya bahwa kami bisa berprestasi lebih,” tutur Jordan menambahkan.

Dengan pertemuan Praveen/Melati yang akan bertemu senior mereka Tontowi/Liliyana di semifinal, Indonesia memastikan diri untuk mengirimkan satu wakil ke final ganda campuran turnamen level 4 (Super 500) ini. Sementara itu di partai semifinal lainnya, akan mempertemukan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, unggulan enam asal China melawan Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dari Malaysia. Zheng/Huang berhasil menang dari unggulan empat, Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong), dengan 21-14, 21-15, sementara Goh/Shevon mengalahkan rekan senegaranya Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dengan 15-21, 21-16, 21-16.

Anthony Melaju

Dari tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting tanpa menemui kesulitan mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long. Pasalnya Anthony selalu menjegal langkah Chen, pekan lalu di Malaysia Masters 2018, Anthony menyingkirkan Chen dengan skor 21-17, 21-15. Kali ini, Anthony memulangkan Chen pada laga perempat final dengan skor 21-11, 16-21, 21-18. Dua tahun lalu, Anthony juga tercatat pernah menang dari Chen pada kejuaraan Australia Open Super Series 2016 dengan skor 21-14, 21-17.

“Puji Tuhan saya bisa melewati Chen Long. Di game pertama saya di atas angin, Chen belum menemukan irama permainannya dan dia jadi tertekan, poinnya pun jauh. Di game kedua, Chen mulai dapat ritme main, saya sempat hampir menyusul, tetapi dia inisiatif menyerang lebih dulu,” beber Anthony usai berlaga. “Di game ketiga, permainan berlangsung ketat dari awal. Tapi saya lebih memaksa main dengan tempo cepat,” ujarnya.

Anthony juga mengatakan bahwa sang pelatih, Hendry Saputra, mengingatkannya untuk tetap tenang dan tidak bermain terburu-buru. Hendry juga mengingatkan jika Anthony ingin mengarahkan shuttlecock ke atas, ia mesti memperhatikan bagaimana posisi lawan saat itu. Dia juga bersyukur mendapat dukungan luar biasa dari supporter yang memenuhi Istora. Hal ini menjadi senjata tambahan baginya dalam menghadapi Chen. “Kemenangan ini menjadi motivasi buat saya dan teman-teman. Ini bukan jaminan pasti buat menang, tapi jadi modal saya untuk semangat di laga selanjutnya,” kata Anthony.

Anthony masih menanti calon lawannya di semifinal, antara Hans-Kristian Vitthingus asal Denmark melawan Chou Tien Chen dari Taiwan. “Siapa pun lawannya, saya mau kasih yang terbaik. Nanti malam saya akan pelajari lagi sama pelatih. Saya siap melawan siapa saja,” ujar Anthony.