Seorang warga setempat melihat ke arah rumah susun yang condong di Hualien, Taiwan, Kamis (8/2/2018). Bangunan itu nyaris runtuh setelah kawasan tersebut diguncang gempa berkekuatan 6,4 pada Selasa (6/2/2018). (AFP)

Pertaruhkan Nyawa, Tim Penolong Terus Cari Korban

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim penolong Taiwan hingga Kamis (8/2/2018) terus mencari korban di rumah susun yang condong karena gempa. Mereka membahayakan keselamatannya sendiri karena bangunan itu dapat runtuh sewaktu-waktu.

Gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter mengguncang kawasan Hualien, Taiwan, Selasa (6/2/2018) malam waktu setempat. Setidaknya enam orang tewas dan puluhan lainnya belum ditemukan di apartemen Yun Tsui yang condong. Gempa juga merusak jalan dan bangunan lain.

Tingkat bawah bangunan 12 lantai itu mengalami kerusakan struktural parah. Akibanya, bangunan yang juga berfungsi sebagai hotel itu miring sekitar 50 derajat.

Meski bisa runtuh sewaktu-waktu, terutama jika ada gempa susulan, tim penolong terus mencari orang yang terperangkap di dalamnya. Badan meteorologi Taiwan menyebutkan beberapa gempa susulan masih terjadi hingga Kamis pagi.

Chu Che-min, ketua tim penolong di lokasi, mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengeluarkan dua jenazah.

“Kami menemukan jasad seorang perempuan China di dalam hotel pagi ini dan menemukan seorang lagi yang merupakan karyawan hotel,” kata Chu.

Petugas Palang Merah yang ada di lokasi memperkirakan kemiringan bangunan bertambah sekitar lima persen dibanding kemarin. Dia menambahkan bahwa harapan untuk menemukan korban di lantai bawah semakin menipis.

“Lantai satu sampai tiga sudah runtuh seluruhnya. Jadi sulit mengetahui apakah ada orang di sana,” kata petugas yang minta namanya tidak disebutkan itu.

Dia mengatakan tidak ada ancaman ledakan gas di dalam bangunan. Tapi keselamatan tim penolong terancam oleh gempa susulan dan ketahanan bangunan.

Dinas pemadam kebakaran nasional Taiwan mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa ini sudah mencapai 10 orang. Sebanyak tiga orang di atnaranya adalah warga negara Republik Rakyat China. Ketiganya menginap di Hotel Beauty Stay, yang terletak di lantai dua apartemen.

Di dalam apartemen, 37 orang penghuni dan 10 orang tamu hotel belum ditemukan. Lebih dari 250 orang terluka akibat gempa paling dahsyat di Hualien dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Hualien adalah salah satu daerah tujuan wisata populer di Taiwan. Keindahan pemandangan alam di kawasan yang berada di antara pegunungan dan laut itu bisa dilihat mulai dari dalam kereta yang melintas di pesisir.

Gempa terparah yang menghantam Taiwan dalam beberapa dasawarsa terakhir terjadi pada September 1999. Gempa berkekuatan 7,6 pada skala Richter itu menewaskan sekitar 2.400 orang.

Sejak bencana itu terjadi, pemerintah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pembuatan bangunan yang lebih kokoh agar mampu bertahan dari guncangan gempa berkekuatan sedang.