Indonesia Stroke Society Luncurkan Kampanye Melawan Stroke

JAKARTA (Independensi.com) – Ketua Yayasan Indonesia Stroke Society dr. Adin Nulkhasanah, Sps, MARS (kiri) bersama Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dr. Mursyid Bustami, Sps (K), KIC, MARS (kedua kiri), Direktur Farma PT Kalbe Farma Tbk Michael Buyung (kedua kanan) dan Asisten Manager Neo Soho Firdiyanto (kanan) saat melakukan kampanye mengenai pencegahan hingga penanganan stroke dengan tema ” Strike Back at Stroke” di Neo Soho Mall, Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Stroke mulai dari faktor resiko, pencegahan hingga penanganannya secara sederhana dan menarik.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2013, prevalensi stroke di Indonesia 12,1 per 1.000 penduduk. Angka tersebut terus meningkat dibandingkan Riskesdas 2007 sebesar 8,3 perseribu.

Melalui kampanye Strike Back At Stroke mengajak semua masyarakat memahami bahwa stroke merupakan isu besar karena saat ini stroke menjadi penyebab kematian nomor tiga dan merupakan penyebab cacat permanen terbesar di Indonesia, kata dr. Adin.

“Kami melakukan berbagai aktivitas pencegahan stroke antara lain, zumba untuk otak yang sehat, pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, aksi amal dan penampilan hiburan musik,” ujarnya di sela-sela acara, Sabtu (24/02/2018).

Secara garis besar, event yang dihelat di Tribeca Park, Central Park Mall itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Stroke. Mulai dari faktor risiko, pencegahan hingga penanganannya secara lebih sederhana dan menarik.

Karena itu mereka ingin melakukan edukasi kepada komunitas pasien stroke, keluarga dan pemerhati penyakit untuk memberikan informasi mengenai penyakit ini serta memberikan terapi dan layanan yang dibutuhkan, termasuk pemilihan nutrisi dan pola hidup yang lebih baik.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional secara aktif terus terlibat dalam pengembangan pengetahuan terkait isu kesehatan saraf dan stroke, kata dr. Mursyid.

Kita sebagai masyarakat awam wajib mengetahui faktor risiko stroke yang tanpa sadar sering kita hadapi sehari-hari, seperti pola hidup tidak aktif (secara fisik), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.

Menurut Mursyid, faktor risiko tadi yang sebenarnya harus dikendalikan dengan baik, termasuk dalam mengonsumsi obat herbal.

“Kalau untuk pengobatan stroke, memang belum ada buktinya. Tapi kalau untuk pencegahan agar bisa lebih sehat, silahkan,” katanya.

Apabila obat herbal tersebut terbukti bisa menurunkan faktor yang menyebabkan stroke, seperti kolestrol, darah tinggi, dan diabetes, Mursyid tidak melarang.

Kemeriahan senam zumba dance yang diikuti oleh seluruh peserta yang menghadiri Peluncuran Kampanye Indonesia Melawan Stroke “Strike Back At Stroke”, di Area Taman Mall Central Park, Jakarta.  Acara yang digelar guna memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya serta cara pencegahan hingga penanganan penyakit Stroke.