Orang Asia punya kadar Vitamin D yang tinggi dan risiko kanker yang lebih rendah dibanding etnis lain.

Vitamin D Dapat Turunkan Risiko Kanker

JAKARTA (IndependensI.com) – Vitamin D dapat menurunkan risiko munculnya kanker tertentu. Kesimpulan ini didapat dari penelitian yang berlangsung selama 16 tahun di Jepang.

“Kami menemukan bukti yang mendukung hipotesis bahwa Vitamin D punya efek pelindung terhadap kanker di beberapa bagian tubuh,” kata peneliti dalam laporan yang dimuat di jurnal medis Inggris, British Medical Journal (BMJ), Kamis (8/3/2018).

Vitamin D secara alami dihasilkan kulit yang terpapar sinar matahari. Dengan menjaga kadar kalsium di dalam tubuh, senyawa itu membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.

Selain manfaat tersebut, para peneliti menemukan bukti bahwa Vitamin D juga bisa memberi perlindungan terhadap penyakit kronis termasuk beberapa jenis kanker.

Kebanyakan penelitian dilakukan terhadap orang Eropa dan Amerika Utara. Padahal, kandungan Vitamin D alami bervariasi di antara etnis yang berbeda. Untuk itulah para peneliti dari enam perguruan tinggi dan lembaga di bidang kesehatan melakukan penelitian untuk mencari cara menurunkan risiko kanker di kalangan orang Asia.

Mereka menganalisa catatan kesehatan masyarakat dari 33.736 orang laki-laki dan perempuan berusia 40 hingga 69 tahun.

Di awal penelitian, partisipan memberikan informasi terperinci tentang riwayat medis, pola makan, dan gaya hidup. Peneliti mengambil contoh darah untuk mengukur kadar Vitamin D. Peneliti tidak merinci apakah partisipan mengonsumsi suplemen vitamin atau tidak.

Terkait adanya variasi musiman, partisipan dibagi ke dalam empat grup berdasarkan tingkat konsentrasi Vitamin D di dalam darah mulai dari yang terendah hingga tertinggi.

Kondisi kesehatan partisipan kemudian dipantau rata-rata selama 16 tahun. Dalam periode tersebut ditemukan sebanyak 3.301 kasus baru kanker.

Peneliti kemudian menyesuaikan data tersebut dengan faktor risiko kanker seperti usia, berat badan, kebiasaan merokok, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Dari hasil itu disimpulkan bahwa kadar Vitamin D yang lebih tinggi terkait dengan risiko kanker yang 20 persen lebih rendah di laki-laki dan perempuan. Risiko kanker hati bahkan turun lebih tajam, hingga 50 persen, terutama untuk laki-laki.

Vitamin D tampak tidak berpengaruh pada kanker paru-paru atau prostat. Tidak satu pun jenis kanker yang diteliti memperlihatkan kenaikan risiko terkait kadar Vitamin D yang lebih tinggi.

Beberapa penelitian yang dilakukan sebeumnya memperlihatkan bahwa kadar Vitamin D yang rendah meningkatkan risiko keretakan tulang, sakit jantung, kanker usus, diabetes, depresi, penyakit Alzheimer, dan kematian. Tapi ada juga peneliti yang tidak menemukan adanya hubungan antara kadar Vitamin D dan risiko munculnya penyakit.