Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mendampingi timnya saat menghadapi Swansea City pada perempat final Piala FA di Stadion Liberty, Swansea, Wales, Sabtu (17/3/2018). (AFP)

Pelatih Spurs Tolak Wasit Elektronik

JAKARTA (IndependensI.com) – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menentang penerapan Video Assistant Referee (VAR). Dia menyebut teknologi wasit elektronik itu sebagai mimpi buruk buat timnya.

Pernyataan Pochettino terlontar setelah Spurs lolos ke semifinal Piala FA usai mengalahkan Swansea City 3-0. Spurs menang telak meski tanpa Harry Kane yang absen karena cedera.

Meski menang, Pochettino tetap melontarkan kritik terhadap penerapan VAR. Dia tidak suka dengan pertandingan yang sempat terhenti beberapa menit karena wasit harus melihat VAR untuk menentukan apakah Son Heung-min offside.

“Ini mimpi buruk. Saya merasa kasihan terhadap orang-orang yang berusaha menerapkan sistem itu,” kata Pochettino seperti dikutip kantor berita AFP, Minggu (18/3/2018).

“Saya rasa lebih baik wasit dan asisten wasit bikin kekeliruan ketimbang harus menunggu tiga atau empat menit,” ujarnya.

Pertandingan kemarin adalah pengalaman kedua Spurs dengan VAR. Pada laga putaran kelima Piala FA antara Spurs dan Rochdale, wasit juga sempat menghentikan pertandingan untuk melihat rekaman video. Pertandingan tersebut dimenangi Spurs dengan skor 6-1.

Pada Jumat (16/3/2018), Presiden FIFA Gianni Infantino meresmikan penerapan VAR di Piala Dunia 2018. Teknologi itu sudah digunakan di beberapa kompetisi Eropa termasuk Bundesliga Jerman dan Serie A Liga Italia. Di Inggris, penerapannya baru di turnamen seperti Piala FA.

FIFA Resmikan Wasit Elektronik

“Kita harus melihat kenyataan bagaimana teknologi ini memengaruhi petugas di pinggir lapangan dan ofisial pertandingan,” kata Pochettino.

“Teknologi ini begitu rumit, tapi hal terburuk yang saya rasakan adalah dampaknya buat penonton. Saya yakin ini akan jadi masalah besar di masa depan. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi di Piala Dunia,” ujar pelatih asal Argentina itu.