Aktivis 98 Dukung Jokowi Capres 2019

JAKARTA (IndependensI.com) – Kalangan Aktivis 98 yang kritis terhadap pemerintahan Jokowi yang kerap melakukan kajian kebijakan strategis menghimbau untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara merdeka seratus persen.

Tokoh Aktivis ’98, Aznil mengatakan elemen 98 tetap kritis pada pemerintahan Jokowi. Hal itu diungkapkan dalam pidato politik acara deklarasi Ormas DERAP (Merdeka Seratus Persen) di Warung Kopi Politik Pakubowono, Jakarta Selatan (22/03/2018).

“Kami (Aktivis ’98) mendukung Jokowi Capres 2019 nanti sudah tuntas. Tetapi bukan berarti menghilangkan kekritisan kami. Kebijakan-kebijakan dilakukan oleh pembantu presiden yang tidak pro rakyat dan tidak membangun kemandirian bangsa tetap akan kita lawan,” ujarnya.

Deklator sekaligus Ketua Umum Derap  terpilih secara aklamasi ini dalam orasinya menegaskan tidak boleh demokrasi diperjuangkan oleh mahasiswa 98 terbentuk budaya ABS (Asal Bapak Senang) dan pengkultusan.

“Derap 98 didirikan dari gagasan para aktivis 98 bertujuan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang bisa memerdekakan rakyat seratus persen  dari ketidakadilan, kemiskinan dan pembodohan. Untuk mencapai itu perlu dibentuk mental bukan penjilat dan ABS” tegasnya.

Lebih lanjut Aznil menginggatkan para pembantu presiden Jokowi bekerja sesuai dengan program Nawacita. Diharapkan para menteri fokus bekerja membangun kemandirian bangsa dan kedaulatan negara.

“Seharusnya ketergantungan impor yang selama ini membelenggu bangsa kita tidak mesti terjadi jika pembantu presiden bekerja baik,” tuntasnya.

Sementara itu, juru bicara DERAP, Jimmy Amos Hutahuruk mengatakan impor garam semestinya tidak perlu terjadi.

“Laut kita luas seharusnya bisa mengerakan ekonomi rakyat membangun industri garam sesuai kebutuhan pasar,” terangnya.

Ditambahkan Amos, Jokowi sudah saatnya berkonsentrasi menggerakan ekonomi rakyat.

“Kami mengapresiasi pembangunan infrastruktur di era Jokowi dan berbagai terobosan lainnya.  Saatnya Jokowi melakukan terobosan besar untuk mengairahkan ekonomi rakyat,”tutup Amos.