Pelepasliaran benih ikan lokal di perairan Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Rabu (29/3/2018). (Humas Direktorat Jenderal Budidaya KKP)

Sebanyak 265.000 Benih Ikan Lokal Dilepasliarkan di Danau Tempe

Loading

WAJO (Independensi.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan lakukan pelepasliaran benih ikan lokal di perairan Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Rabu (29/3/2018).

Sebanyak 265.000 ekor benih ikan lokal antara lain ikan tawes, jelawat dan baung dilepasliarkan di perairan Danau yang menjadi ikon Kabupaten Wajo ini. Kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT Kab. Wajo yang ke 619 dan dihadiri sejumlah kalangan antara lain anggota komisi IV DPR RI, Nasyid Umar, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP, Arik Wibowo, dan jajaran Pemda Kabupaten Wajo.

Restocking menjadi agenda rutin KKP dan telah menjadi bagian program prioritas. Kami melihat Danau Tempe ini sebagai aset sumberdaya yang harus dipulihkan daya dukungnya, utamanya keseimbangan ekosistem yang saat ini mulai terganggu akibat sedimentasi dan eutriofikasi. Kondisi ini berpotensi mengancam keragaman jenis ikan yang ada di Danau Tempe. Oleh karenanya restocking ini penting untuk memulihkan ekosistem Danau Tempe”, tutur Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP, Arik Wibowo dalam keterangannya kepada Independensi.com.

Arik juga menambahkan bahwa Danau Tempe merupakan bagian penting dalam menopang ekonomi masyarakat dari aktivitas perikanan. Disisi lain, dirinya mengharapkan kedepannya restocking ini secara ekonomi dapat meningkatkan produktivitas ikan di Danau Tempe.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Wajo, Nasfari menggambarkan kondisi Danau Tempe yang mengalami sedimentasi. Menurutnya sedimentasi menyebabkan daya tampung air Danau Tempe menurun drastis.

” Penting sekali dilakukan pengerukan Danau Tempe dan bendungan gerak. Dengan dikeruknya Danau secara rutin diharapkan dapat menjaga suplai air pada saat terjadi kekeringan. Perlu diketahui, Danau Tempe ini sangat penting untuk mensuplai kebutuhan air bagi masyarakat, dan pengairan untuk pertanian dan perikanan”, ungkapnya.

Tingkatkan produktivitas tambak

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, KKP juga memberikan dukungan langsung untuk genjot pemanfaatan potensi tambak di Kabupaten Wajo. Bantuan tersebut yakni 1 unit escavator; sebanyak 410 ribu benih bandeng; dan 1,8 juta benur udang vaname.

Anggota komisi IV DPR RI, Nasyit Umar, mengatakan bahwa dukungan akan sangat bermanfaat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi perikanan budidaya di Wajo. Untuk itu, dirinya berpesan agar dukungan tersebut dinanfaatkan dengan sebaik- baiknya.

“Setiap kelompok pembudidaya mulai saat ini harus tercatat di dinas. Ini penting, supaya lebih memudahkan dalam melakukan pendampingan dan pembinaan. Saya juga mengamati, kenapa produktivitas budidaya di tambak hasilnya kuran optimal.

Penyebabnya antara lain karena infratruktur tambak khususnya saluran irigasi yang tidak tertata dengan baik. Oleh karenanya dengan bantuan escavator ini, nanti masyarakat bisa manfaatkan untuk melakukan rehabilitasi”, ungkap Nasyid yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Wajo ini dihadapan ratusan pembudidaya yang hadir.

Sebagaimana diketahui KKP terus mendorong program Pengelolaan Irigasi Tambah Partisipatif (PITAP) diberbagai daerah di Indonesia.

“Nanti kami akan upayakan program PITAP ini di Wajo dengan lebih terintegrasi. Kami juga akan menjangkau pengelolaan irigasi untuk air tawar. Escavator juga dapat dimanfaatkan untuk pengerukan Danau Tempe jika memungkinkan”, pungkas Arik.