Ryan Tanujoyoo (kanan) bersama para petenis yang berlaga di Piala Fed Junior 2018. (Istimewa)

Tenis Putri Junior Belum Ada Target

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim tenis junior putri Indonesia belum memiliki target di babak final Piala Fed Junior 2018 yang akan dihelat di Hungaria, September 2018 mendatang. Hal ini mengingat persaingan yang diprediksi lebih sengit dibanding babak kualifikasi zona Asia/Oseania.

“Di babak dunia, lawan-lawan kita banyak yang lebih kuat karena di luar negeri terutama eropa itu gudangnya pemain-pemain tenis top dunia, karenanya kalau dari target kami usahakan yang terbaik. Tapi ini merupakan kesempatan emas bagi anak-anak untuk perkembangan skill mereka ke depannya,” kata kapten tim Fed Junior Ryan Tanujoyo seperti dikutip dari Antara, Minggu (22/04/2018). Hal tersebut, kata Ryan, karena dirinya belum mengetahui kekuatan masing-masing tim yang akan dilawan dan kondisi di lapangan yang akan dihadapi oleh tim Indonesia seperti apa.

Tim Fed Junior Indonesia berkekuatan Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara, berhasil melaju ke babak dunia usai dalam kualifikasi Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania di Kuching, Malaysia, pada 16-21 April 2018. Indonesia menjadi perwakilan kawasan Asia bersama Hong Kong, Jepang dan Australia. Hal tersebut dipastikan usai dalam pertandingan perempat final, Indonesia mampu menundukan Thailand 2-1 dan juga meloloskan Indonesia ke putaran semifinal zona Asia/Oseania.

Di semifinal, Indonesia yang menghadapi Hong Kong di empat besar, mampu menumbangkan unggulan dua tersebut dengan skor 2-0 dan melaju ke final. Akan tetapi, Indonesia harus puas hanya menjadi runner-up kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania usai usai langkah gemilangnya terhenti di partai puncak oleh Australia 0-2. “Tapi capaian ini luar biasa, ini adalah pertama kalinya Indonesia menembus partai final, karena sesungguhnya target awal kami adalah hanya lolos ke babak dunia dengan menempati posisi empat besar,” katanya.

Di kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania sendiri, Indonesia menderita dua kali kekalahan yaitu dari Jepang saat bertemu di fase grup dengan kedudukan 0-2 dan yang kedua saat partai final oleh Australia. Saat bertemu Jepang, Ryan mengakui tim Negeri Matahari Terbit tersebut memiliki kualitas di atas Indonesia dengan berbekal kematangan secara pengalaman bertanding. Sedangkan ketika bersua Australia yang memiliki materi pemain berperingkat yang sedikit di bawah Indonesia, menurut Ryan, kekalahan tim Merah Putih selain karena kurangnya bertanding, juga karena faktor kelelahan.

Ryan menjelaskan selepas kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania 2018, tim akan kembali berlatih di klub masing-masing dan mengikuti turnamen yang telah diprogramkan di sana untuk memperbaiki peringkatnya dengan tujuan memudahkan pemilihan pemain ketika berlaga di Hungaria, September mendatang.

Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) yang mengaku bangga atas capaian tim Fed Junior Indonesia 2018 yang untuk pertama kalinya menembus partai final babak kualifikasi, akan membuat program peningkatan performa dan pengiriman tur bagi tim Piala Fed Junior Indonesia. Termasuk, pemberian fasilitas “wild card” bagi seluruh tim untuk berlaga dalam kejuaraan Indonesia Women’s Circuit berhadiah total US$ 15.000 pada bulan Juli mendatang.

2 comments

  1. Awsome post and right to the point. I am not sure if this is truly the best place to ask but do you guys have any thoughts on where to hire some professional writers? Thx 🙂

  2. Nice post. I learn something more challenging on different blogs everyday. It will always be stimulating to read content from other writers and practice a little something from their store. I’d prefer to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll give you a link on your web blog. Thanks for sharing.

Comments are closed.