Kebersamaan dalam kegiatan Rebo-an Blue Tee Golf Club. (Dokumentasi)

Agus Salim Konsentrasi Rekrut Anggota Baru

JAKARTA (IndependensI.com) – Di antara perkumpulan golf yang didirikan di era milenial, Blue Tee Golf Club adalah satu-satunya perkumpulan golf di Indonesia yang memiliki tradisi bermain golf bersama setiap hari Rabu sejak perkumpulan golf tersebut terbentuk pada 7 November 2001.

Apabila dalam satu tahun terdapat 52 hari Rabu, kemudian dikalikan 16 (usia Blue Tee Golf Club pada 2017 lalu), itu artinya ada 382 hari Rabu yang telah dilalui oleh para anggota untuk bermain golf bersama.

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, para anggota yang bergabung di Blue Tee sejak perkumpulan tersebut terbentuk, saat ini usia mereka telah mencapai 60 tahun bahkan lebih, sehingga menjadi sangat wajar apabila para senior berharap banyak kepada Agus Salim sebagai Ketua Umum Blue Tee Golf Club periode 2018–2021.

Dewan pembina dari kiri RMH. Heroe Purnomo, Soeprijono, Max Sopacua, dan Agus Salim (Ketum)

“Ay percaya bahwa pak Agus Salim akan membawa perubahan yang signifikan untuk kemajuan Blue Tee di masa yang akan datang,” kata Firman S Tjandra – akrab disapa dengan sebutan Om Ay – Ketua Umum Blue Tee Golf Club periode 2015-2018 yang saat ini berusia 70 tahun kepada IndependensI.com.

Ditemui seusai mengikuti kegiatan Rebo-an yang berlangsung di Bogor Raya Golf Course pada Rabu pertama (11/04) BTGC berada di bawah pimpinan Agus Salim, secara tegas Om Ay menyatakan sangat optimis bahwa Ketua Umum Blue Tee Golf Club kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 53 tahun lalu itu akan dapat memenuhi harapan seluruh anggota khususnya para senior yang bergabung dalam perkumpulan tersebut.

Agus Salim memperkenalkan pengurus baru dari kiri, Hemat Sirait (Wakil Kapten), Antonius Sukamto (Kapten), Widharko Wiwied (Wakil Bendahara), Bambang H Wiwid (Wakil Sekjen), Dian Mariun (Sekjen), dan Roy R.

Faktanya, kegiatan Rebo-an pertama di bawah Ketua Umum yang terpilih secara aklamasi pada Rapat Umum Anggota (RUA) BTGC yang berlangsung pada Rabu pecan terakhir April 2018 lalu di Taman Dayu, Pasuruan, Jawa Timur, itu – diikuti oleh 34 golfer yang di antaranya adalah undangan — sebagaimana data yang diperoleh IndependensI.com dari Eka Lubis petugas Sekretariat Blue Tee Golf Club.

Apabila dalam satu pairing terdapat tiga orang golfer, paling tidak ada 10 pairing group yang mengikuti kegiatan bermain  golf bersama pada Rabu pertama (Rebo-an) BTGC di bawah pimpinan Ketua Umum barunya.

Itulah yang menjadi alasan mengapa Om Ay optimistis bahwa prospek Blue Tee Golf Club di bawah pimpinan Agus Salim akan cerah. “Beliau (pak Agus) sangat berpengalaman. Karena, kalau saya tidak salah, pak Agus pernah menjadi Wakil Ketua Umum Blue Tee empat kali berturut-turut. Waktu saya dipercaya untuk memimpin Blue Tee periode 2015-2018, beliau juga yang menjadi wakil saya,” kata Om Ay sambil tersenyum.

Sementara, saat IndependensI.com menanyakan ihwal bagaimana mekanisme perekrutan anggota baru, Agus Salim, sebagai Ketua Umum Blue Tee Golf Club periode 2018-2021, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan momentum kegiatan Rebo-an sebagai wahana untuk merekrut anggota baru.

Melalui kegiatan tersebut, Agus Salim akan mengundang komunitas golf lainnya untuk bermain bersama dengan para anggota Blue Tee Golf Club – setiap kali mereka menggelar event Rebo-an di lapangan golf yang berbeda yang tersebar di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Meskipun demikian tidak serta merta undangan yang berkenan mengikuti kegiatan Rebo-an tersebut – begitu selesai bermain – lantas mereka disodori formulir pendaftaran. “Karena, semuanya tentu memerlukan proses,” kata Agus Salim.

”Paling tidak, setelah mereka mengikuti kegiatan Rebo-an tiga atau empat kali, barulah kami tawarkan kepada mereka untuk bergabung … Bagaimanapun kami mengajak mereka untuk beradaptasi terrlebih dahulu dengan situasi dan kondisi yang ada di Blue Tee… Kalau tokh pada akhirnya mereka tidak berkenan, kami tidak akan memaksa mereka… Apa yang kami lakukan adalah sebuah ikhtiar, usaha yang dilandasi oleh doa dan harapan kiranya Allah SWT berkenan dan mengabulkan-Nya,” tambahnya.

Oleh karena itulah maka sebagai Ketua Umum Blue Tee Golf Club yang baru, Agus Salim, tidak menetapkan deadline atau batas akhir bagi mereka yang ingin bergabung menjadi anggota perkumpulan golf yang dipimpinnya. Walaupun demikian, Agus Salim tetap optimis bahwa pada tahun-tahun mendatang akan muncul new comer – new comer yang tertantang untuk bermain bersama Blue Tee Golf Club dari Tee Box Biru.

Dan, berbicara masalah harapan sekaligus optimisme, ternyata tak hanya sebatas pada apa yang telah disampaikan oleh Firman S Tjandra (Om Ay) sebagai Ketua Umum Blue Tee Golf Club periode 2015-2018 dan Agus Salim sebagai Ketua Umum Blue Tee Golf Club periode 2018-2021.

Seorang RMH Heroe Purnomo pun kepada IndependensI.com menyatakan bahwa pihaknya memiliki harapan yang membuncah; Karena, ketika pada RUA beberapa tahun sebelumnya, Agus Salim menjadi salah satu calon kandidat Ketua Umum Blue Tee Golf Club.

“Tapi … sudahlah, Dimas, itu masa lalu dan itu adalah bagian dari dinamika organisasi olahraga seperti Blue Tee,” tutur RMH Heroe Purnomo – akrab disapa dengan sebutan Mas Heroe – saat IndependensI.com menemui sekaligus menemani kakak kandung Sys NS (alm) itu menunggu jelang acara Pengukuhan Pengurus Baru Blue Tee Golf Club periode 2018-2021 berlangsung di Emeralda Golf Klub, Cimanggis, Depok pada Rabu 2 Mei lalu.

Mas Heroe adalah salah satu perintis terbentuknya perkumpulan golf yang di kemudian hari kita kenal dengan nama Blue Tee Golf Club. “Kenapa diberi nama Blue Tee, karena kita kalau bermain golf bersama tiap hari Rabu, kita start dari tee box warna biru,” kenangnya. “Dan, sebagai salah seorang perintis berdirinya perkumpulan ini, saya juga pernah terpilih menjadi Ketua Umum… Kalau Dimas tidak yakin, Dimas boleh tanya kepada Dian Mariyun. Dia Sekjen saya waktu saya menjadi Ketua Umum Blue Tee,” gurau Mas Heroe sambil tertawa.

Saat ini, kakak kandung Sys NS (alm) yang selalu menyebut kata “Dimas” (bahasa Jawa yang artinya “Adik”) kepada orang-orang yang usianya lebih muda – termasuk kepada IndependensI.com – usianya telah masuk ke dalam tataran senior di lingkungan Blue Tee Golf Club.

Dan, seperti halnya Om Ay, Mas Heroe pun sangat senang dan bahagia karena Agus Salim dipercaya untuk memimpin Blue Tee Golf Club periode 2018-2021.

Selain optimistis bahwa program perekrutan anggota baru lambat atau cepat akan segera terwujud, Mas Heroe juga sangat yakin dan percaya bahwa Agus Salim akan dapat menjaga marwah guyub rukun yang menjadi pedoman para perintis terrbentuknya Blue Tee Golf Club yang merujuk kepada nilai-nilai kegotong-royongan dan spirit kebhinekaan.

“Seperti falsafah yang tertuang dalam logo Blue Tee,” katanya. “Tapi, untuk membedah makna logo itu sendiri secara utuh, lain waktu bisa kita bahas. Karena, logo Blue Tee tersebut, saya yang buat,” kata Mas Heroe mengakhiri obrolannya bersama IndependensI.com. (Toto Prawoto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *