Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi
Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi. (foto istimewa)

Partisipasi Pemilih Diprediksi Tinggi, Penurunan Alat Peraga Kampanye Cawalkot Bekasi dan Wawali dilakukan Minggu

JAKARTA (IndependensI.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat dalam rencana penurunan alat peraga kampanye saat hari tenang.

Rencananya penurunan alat peraga kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan dilakukan pada Minggu 24 Juni 2018.

“Penurunan akan kita lakukan pada Minggu (24 Juni 2018) mendatang,” kata Komisioner KPU Kota Bekasi, Divisi Perencanaan dan Data, Syafrudin, Kamis (21/06/2018).

Menurutnya, penurunan alat peraga kampanye bertujuan memberi kenyamanan kepada masyarakat dalam mengkaji dan memikir calon kepala daerah yang dipilihnya.

Diharapkan pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang, masyarakat dapat menentukan pilihannya dengan matang ke saat tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Aturan ini juga mengacu pada Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilukada.

“Pemilih sudah disuguhkan kampanye selama tiga bulan, sekarang kita perlu memberi kenyaman kepada mereka dalam mengkaji dan memikir dengan kesadarannya untuk menentukan pilihan,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya optimis tingkat partisipasi masyarakat tinggi.

Lembaganya telah menginstruksikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar mensosialisasikan tentang hari pencoblosan ke tingkat RT dan RW warga. Selain itu, pihaknya gencar mensosialisasikan jadwal pencoblosan kepada masyarakat melalui sejumlah kegiatan seperti car free day.

Dia mencatat, jumlah partisipasi pemilih dalam ajang Pilkada Kota Bekasi sebelumnya memang tidak sesuai target. Pada Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi 2012 lalu, jumlah partisipan hanya 49 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bekasi.

Sedangkan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 2013 justru turun satu persen menjadi 48 persen. Sehingga, targetan KPU jumlah partisipasi pemilih bisa menembus 70 persen dari DPT yang berjumlah 1.434.351 pemilih. “Partisipasi pemilih bisa tinggi untuk tahun ini,” tegasnya.(BM/ist)